Tumbuhan Dikotil: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Contoh

Di lingkungan sekitar kita sudah pasti terdapat banyak sekali jenis tumbuhan. Tumbuhan tersebut terbagi menjadi dua jenis yaitu tumbuhan berkeping satu atau sering disebut monokotil dan tumbuhan berkeping dua yang disebut dengan dikotil.

Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai pengertian tumbuhan berkeping dua, ciri-ciri tumbuhan berkeping dua dan bagian struktur tumbuhan berkeping dua beserta dengan contohnya. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil adalah jenis tumbuhan berbunga yang mempunyai biji berkeping dua. Tumbuhan yang termasuk ke dalam tumbuhan berkeping dua memiliki sepasang daun lembaga.

Daun lembaga tersebut terbentuk mulai dari tahapan biji dan sebagian besar anggotanya mempunyai bebijian yang mudah terbelah menjadi dua bagian ketika masih berkecambah.

Baca Juga : Tumbuhan Monokotil: Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh

Hal itu yang menjadikan pembeda antara tumbuhan berkeping satu dan tumbuhan berkeping dua. Di lingkungan sekitar, Anda dapat mulai mengamati atau mengidentifikasi mana jenis tumbuhan berkeping dua.

Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil

ciri-ciri tumbuhan dikotil
Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil (Image Source: Yuksinau.id)

Berikut ini beberapa ciri-ciri tumbuhan biji berkeping dua:

1. Biji Berkeping Dua

Tumbuhan biji berkeping dua pada umumnya dimiliki oleh jenis tumbuhan yang berbunga dan mengalami pembelahan pada saat proses percambahan. Karena tumbuhan tersebut memiliki sepasang daun lembaga.

Tumbuhan ini banyak dijumpai di sekitar kita, contohnya pohon mangga, melinjo, rambutan, jambu, karet dan sebagainya.

2. Bentuk Daun Menjari atau Menyirip

Bentuk tulang daun pada tumbuhan biji berkeping dua menyirip atau menjari. Jika diamati lebih jauh hampir mirip dengan bentuk sirip ikan.

3. Akar Tunggang

Tumbuhan biji berkeping dua memiliki akar tunggang. Akar tunggang pada tumbuhan ini merupakan akar yang cukup kuat dan besar. Rata-rata akar pada jenis tumbuhan ini memiliki ukuran yang cukup besar dan panjang. Selain itu, biasanya akar tungga juga memiliki banyak cabang.

Baca Juga :   Tumbuhan Monokotil: Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh

Hal itu yang membuat tumbuhan dikotil dapat tumbuh dengan kuat dan kokoh di atas tanah. Dengan begitu, tumbuhan ini tidak mudah roboh pada saat terhempas oleh hujan ataupun angin kencang.

4. Batang Memiliki Kambium

Tumbuhan biji berkeping dua memiliki batang yang berkambium. Kambium tersebut merupakan lapisan sel pada tumbuhan yang aktif untuk membelah diantara pembuluh angkut yaitu floem dan xylem. Ada dua jenis kambium yang terdapat pada tumbuhan yaitu kambium gabus dan kambium vascular atau pembuluh.

5. Tidak Mempunyai Tudung Akar

Tumbuhan biji berkeping dua pada umumnya tidak memiliki tudung akar. Karena jenis tumbuhan ini tidak memiliki akar serabut yang mempunyai jumlah akar cabang yang banyak.

Meskipun tidak mempunyai tudung akar, tumbuhan ini memiliki sistem perakaran yang cukup kuat dan kokoh sehingga akar dapat menembus tanah jauh lebih dalam dibandingkan dengan akar serabut.

6. Batang Bercabang

Tumbuhan ini biasanya memiliki jenis batang yang bercabang banyak. Batang utama pada tumbuhan ini memiliki struktur morfologi yang cukup kuat dan kokoh.

Sehingga ada kemungkinan memiliki banyak cabang yang biasanya menjadi tempat tumbuhnya buah. Bebeda halnya pada tumbuhan monokotil (tumbuhan biji berkeping satu) karena pada batangya tidak memiliki cabang.

7. Batang dan Akar Tumbuh Membesar

Tumbuhan biji berkeping dua memiliki akar dan batang yang bisa tumbuh membesar. Hal itu disebabkan karena tumbuhan ini memiliki pembuluh pengangkut yaitu pembuluh xylem dan pembuluh floem.

8. Tidak Mempunyai Koleoptil

Koleoptil yaitu ujung daun bagian atas dan berbentuk selaput yang berguna untuk menjaga daun hingga bagian bakal batang. Pada tumbuhan biji berkeping dua tidak memiliki koleoptil.

9. Bunga Memiliki Kelipatan 2,4 dan 5

Pada tumbuhan biji berkeping dua pada umumnya memiliki bunga dengan kelopak berjumlah kelipatan 2, 4 dan 5. Anda dapat megamati tumbuhan disekitarnya, seperti pada pohon mangga yang memiliki kelipatan kelopak bunga berjumlah 4.

10. Memiliki Pembuluh Xylem dan Floem

Ciri-ciri terakhir pada tumbuhan dikotil (tumbuhan biji berkeping dua) yaitu memiliki pembuluh pengangkut yang disebut xylem dan floem. Pembuluh xlem yaitu pembuluh yang mengangkut air dan semua unsur hara dari akar hingga menuju daun.

Baca Juga :   Hewan Omnivora: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contoh

Sedangkan pembuluh floem yaitu pembuluh yang mengangkut semua dari hasil fotosintesis dan zat-zat lain dari bagian daun menuju ke semua bagian tumbuhan. Antara pembuluh tapis dan pembuluh kayu tersebut memiliki beberapa sel yang berbeda.

Struktur Pada Tumbuhan Dikotil

struktur tumbuhan dikotil
Struktur Tumbuhan Dikotil

Struktur yang terdapat pada tumbuhan biji berkeping dua terbagi menjadi 3 bagian yaitu struktur pada daun, batang dan akar. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai struktur pada tumbuhan biji berkeping dua antara lain:

1. Struktur Pada Daun

Ada 3 bagian struktur pada daun, antara lain epidermis, jaringan sel dasar dan jaringan pengangkut.

A. Epidermis

Epidermis pada bagian daun menyimpan sel stomata dan juga membentuk trikoma dengan tujuan utama untuk melindungi dari panasnya pancaran sinar matahari.

B. Jaringan Dasar

Jaringan dasar yang terdapat pada daun memiliki daerah utama dalam proses terjadinya fotosintesis.

C. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut yang terdapat pada tumbuhan biji berkeping dua yaitu berada pada bagian tulang daun dan memiliki susunan yang hampir sama pada batang.

2. Stuktur Batang

Ada 5 bagian struktur yang terdapat pada bagian batang, antara lain epidermis, korteks, endodermis, floem dan xylem.

A. Epidermis

Epidermis yang terdapat pada bagian batang merupakan salah satu jaringan sel hidup dan tersusun atas dinding sel yang tipis di luar batang. Epidermis ini pada umumnya menutupi organ pada tumbuhan.

B. Korteks

Korteks yang terdapat pada tumbuhan biji berkeping dua yaitu terletak pada bagian lapisan epidermis.

C. Endodermis

Endodermis yang terjadi pada bagian batang terletak dibagian bawah permukaan lapisan jaringan epidermis.

D. Floem

Floem yang ada pada bagian batang akan menyusun sel yang meliputi berbagai sel serat floem dan komponen pembuluh yang berfungsi sebagai penyalur makanan pada tumbuhan.

E. Xylemkea

Jaringan sel penyusun xylem terdiri dari elemen trakea, parenkim xylem dan serat xylem. Xilem ini berfungsi untuk menyalurkan air dan mineral dari akar hingga daun dan berada di bagian dalam berkas pembuluh.

Xilem yang terjadi pada tumbuhan yang berbunga memiliki dua tipe sel diantaranya adalah trakeid dan unsur pembuluh. Dari kedua tipe sel tersebut merupakan jenis sel mati.

Baca Juga :   Kloroplasma: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Cara Kerja

3. Struktur Pada Akar

Akar merupakan bagian organ tumbuhan yang letaknya berada di dalam tanah dan berfungsi untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.

Selain itu, akar ini juga berfungsi menempel pada tanah sebagai pondasi agar tumbuhan menjadi tegak dan lebih kokoh.

Akar berasal dari bakal akar yang terdapat pada embrio. Struktur luar bagian akar ini terdiri dari tundung akar, bulu akar, cabang akar dan batang akar.

Sedangkan bagian paling ujung akar ini terdapat suatu titik tumbuh dan dilindungi oleh kaliptra (tudung akar) yang diproses dari kaliptrogen.

Pengertian Tumbuhan Dikotil di Wikipedia (ID)

Contoh Tumbuhan Dikotil beserta Nama Latinnya

Contoh Tumbuhan Dikotil
Contoh Tumbuhan Dikotil Kacang Panjang

Selain pengertian, ciri-ciri dan struktur tumbuhan dikotil diatas, kami juga akan memberikan beberapa contoh tumbuhan dikotil lengkap dengan nama latinnya yang dapat anda lihat dibawah ini.

  • Karet = Hevea brasiliensis
  • Singkong = Manihot utilissima
  • Jarak = Ricinus communis
  • Tumbuhan Kapas = Gossypium sp
  • Cabai Merah = Capsicum annum
  • Kentang = Solanum tuberosum
  • Putri Malu = Mimosa pudica
  • Bunga Dahlia = Dahlia sp
  • Tomat = Solanum lycopersicum
  • Buah Jeruk = Citrus
  • Kacang Tanah = Arachis hypogaea
  • Ceremai = Phyllanthus acidus
  • Buah Mangga = Mangifera indica
  • Puring = Codiaeum variegatum
  • Buah Jambu Air = Syzygium aqueum
  • Kacang Kedelai = Glycine soja
  • Bunga Flamboyan = Delonix regia
  • Tembakau = Nicotiana tabacum
  • Cabai Rawit = C. frutescens
  • Bunga Seruni = Chrysanthemum
  • Jambu Biji = Psidium guajava
  • Kakao = Theobroma cacao
  • Pohon Mahoni = Swietenia mahagony jaca
  • Cengkeh = Syzygium aromaticum
  • Kamboja = Plameria acuminata
  • Johar = Senna siamea
  • Petai = Parkia speciosa
  • Buah Rambutan = Nephelium lappaceum
  • Terong = Solanum melongena
  • Bunga Matahari = Helianthus annuus
  • Jeruk Nipis = Citrus aurantifolia
  • Kacang Panjang = Vigna sinensis
  • Ranti, Leunca = Solanum nigrum
  • Takokak = Solanum torvum
  • Kecubung = Datura metei
  • Pohon Albasia = Albizia chinensis
  • Jarak Pagar = Jatropha curcas
  • Kacang Koro = Canavalia gladiata
  • Lamtoro, Petai Cina = Leucaena leucocephala
  • Saga = Adenanthera pavonina
  • Kamkuat = Citrus japonica
  • Jambu Monyet = Anacardium occidentale
  • Bunga Seruni = Chrysanthemum indicum
  • Waru = Hibiscus tiliaceus
  • Kembang Merak = Caesalpinia pulcherrima
  • Durian = Durio zibberthinus
  • Jeruk Bali = Citrus maxima
  • Rosella = Hibiscus sabdariffa
  • Kacang Hijau = Phaseolus radiatus
  • Bunga Sepatu = Hibiscus rosasinensis

Beberapa penjelasan lengkap mengenai pengertian tumbuhan dikotil, ciri-ciri tumbuhan dikotil dan strukturnya semoga dapat menambah pengetahuan Anda.

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.