Teks Proklamasi: Makna, Sejarah, Perbedaan dan Naskah

Berbicara mengenai kemerdekaan Indonesia, sudah pasti dalam upacara tersebut akan dibacakan yang namanya sebuah naskah atau teks proklamasi yang dulu dibacakan oleh Ir. Soekarno.

Mengenai hal ini, naskah proklamasi menyimpan arti yang sangat kuat dan sangat penting untuk sejarah bangsa Indonesia.

Sebagai warga negara, memiliki sebuah kewjiban untuk mengetahui bagaimana sejarah, perbedaan hingga perubahan naskah proklamasi ini.

Ketika kita mengetahui bagaimana proses perumusannya, maka kita akan bisa menghargai perjuangan para pemimpin bangsa kita.

Pada uraian kali ini akan dibahas segala hal berkaitan dengan naskah proklamasi. Simak uraian berikut ini.

Makna Teks Proklamasi

Makna Teks Proklamasi
Makna Teks Proklamasi

Sejak dahulu, naskah proklamasi ini proses pembuatannya dalam keadaan mendesak serta genting. Akan tetapi, hal ini tidak menjadikan naskah proklami tidak memiliki makna yang mendalam.

Hanya disusun secara singkat serta dua alenia saja. Akan tetapi makna yang tekandung sangat dalam. Di dalam alenia pertama, “Kami bangsa Indonesia menyatakan dengan kemerdekaan Indonesia”.

Adapun makna yang ada di dalam alenia pertama ini merupakan sebuah kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia sudah diumumkan serta dinyatakan untuk semua dunia.

Dengan ini maka akan ada sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia terkait dengan kemenangan dan kemerdekaan yang mendalam. Alenia selanjutnya juga menyimpan makna yang sangat dalam.

Untuk alenia yang kedua memiliki bunyi “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo se singkat-singkatnya”.

Pada kalimat tersebut memiliki makna jika pemindahan kekuasaan oleh pemerintah Indonesia harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh main-main.

Baca Juga :   Legenda: Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Sejarah Legenda

Sejarah Teks Proklamasi

Sejarah terkait dengan kehadiran teks proklamasi ini langsung membuat kita ingat dengan peristiwa Rengasdengklok.

Pada peristiwa ini, Rengasdengklok menjadi sebuah tempat yang memang disembunyikan keytika mengetahui kemerdekaan Indonesia.

Di tempat ini, Soekarno dan Hatta memang diculik menjelang diadakannya peristiwa bersejarah tersebut, tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945.

Kejadian ini menjadikan semua orang terkejut, salah satunya para peserta yang mengikuti rapat yang diadakan oleh PPKI.

Dengan ini sudah pasti membuat salah satu pemuda bernama Chaerul Saleh hilang kesabaran dan akhirnya menculik Soekarno bersama dengan Fatmawati dan Guntur untuk ikut ke Rengasdengklok.

Hal intu tentu bukanlah sebuah hal yang mudah, dikarenakan para pemuda tersebut harus berusaha untuk meyakinkan Soekarno jika Jepang sudah menyerah.

Kejadian ini semakin ditegaskan dengan adanya pernyataan jika para pejuang siap untuk bertaruh untuk melawan Jepang meskipun harus menanggung resiko.

Setelah melewati semua proses yang memang sangat panjang, akhirnya mulai dirumuskan teks proklamasi.

Secara langsung teks ini disaksikan oleh Sukarni, B.M Diah dan juga Sayuti Melik.

Konsep dibuat sendiri oleh Soekarno serta beberapa pemikiran yang diberikan secara langsung dari Ahmad Subarjo di dalam kalimat pertama.

Perbedaan Antara Teks Proklamasi Klad dan Otentik

Naskah Proklamasi ini sendiri juga hadir dalam dua versi, yaitu versi klad serta versi otentik. Pada naskah prolamasi yang masih otentik ini juga mengalami beberapa perubahan seperti:

1. Kata Proklamasi yang ada di dalam teks tersebut diganti menjadi “PROKLAMASI” dengan tulisannya dibuat menjadi huruf capital sebelumnya dibandingkan dengan teks sebelumnya

2. Kata “Hal2” yang ada di dalam naskah sebelumnya disingkat kemudian diubah menjadi “Hal-hal” tanpa menggunakan singkatan apapun yang lebih jelas

Baca Juga :   APEC: Sejarah, Pilar, Prinsip, Siklus, dan 21 Anggota APEC

Baca Juga : Politik Etis: Pengertian, Sejarah, Dampak dan Implementasi

3. Di dalam naskah terdapat “tempoh”, nah kata ini akhirnya diubah menjadi kata “tempo” yang sebelumnya sudah disesuaikan dengan teks kamus besar bahasa Indonesia

4. Di dalam naskah, tanggal untuk pembacaan teks ditulis dengan kata “Djakarta, 17-8-05” akhirnya diubah dalam tulisan “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”

5. Kemudian kata “wakil2 bangsa Indonesia” juga diubah menjadi kata “atas nama bangsa Indonesia”

Perubahan dalam Teks Proklamasi

Isi Teks Proklamasi
Isi Teks Proklamasi

Teks naskah proklamasi ini ternyata mengalami berbagai perubahan, atau yang dikenal dengan sebutan naskah “Proklamasi Otentik”. Yaitu sebuah naskah yang diketik oleh Mohamad Ibnu Sayuti melik.

Yang berisi sebagai berikut :

******

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

******

Pada naskah proklamasi ini ternyata juga ada beberapa perubahan yang terjadi dan bukan hasil dari tulisan, akan tetapi teks yang ditulis oleh pemuda bernama Sayuti Melik.

Pada hal ini, perumusan langsung oleh pemuda bernama Sayuti Melik. Nah dalam hal ini, rumusannya akan langsung diketik sebelum akhirnya nanti diajukan langsung untuk semua anggota PPKI.

Ada beberapa perubahan karena pemikiran tesebut. Akan tetapi, perubahan yang dibuat oleh Sayuti Melik juga tidak sengaja karena menemukan mesin ketik serta secara langsung diminta untuk mengetik naskah proklamasi supaya lebih rapih.

Dengan ditemani oleh BM Diah, Sayuti Melik langsung mengetuk naskah proklamasi yang diminta langsung oleh Soekarno.

Baca Juga : Legenda: Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Sejarah Legenda

Baca Juga :   Panitia Sembilan: Pengertian, Sejarah, Anggota, Rumusan

Dengan adanya hal tersebut, akhirnya menjadikan beberapa perubahan yang ada dalam teks proklamasi sebelum akhinya dikenal sampai sekarang ini.

Sayuti Melik juga mengaku jika dirinya juga bernai membuat perubahan dari teks yang ada kerena dirinya pernah diminta untuk menjadi seorang guru.

Dia membuat teks proklamasi tersebut sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik serta benar.

Hal ini pastinya membuat Ir. Soekarno dan semua orang yang ada mengucapkan terimakasih kepada dirinya.

Memang , teks ketikan tersebut masih kurang rapih, mengingat Sayuti juga terburu-buru ketika mengetiknya.

Naskah tersebut akhirnya dibacakan secara langsung oleh Soekarno untuk semua masyarakat Indonesia.

Pembahasan Serupa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Wikipedia

Naskah Proklamasi yang Otentik

Teks yang dibaca oleh Ir. Soekarno bukanlah naskah asli, melainkan naskah klad yang sebelumnya sudah mengalami beberapa perubahan.

Mengenai perubahannya, baik di dalam pengetikan serta pada bagian ejaan sehingga melahirkan beberapa pemikiran.

Mengenai hasil perubahannya memang hasil ketikan secara langsung dari Sayuti Melik.

Perubahan yang terjadi tentuk bukan tanpa alasan, mengingat Sayuti Melik sebelumnya sudah mengetahui terkait dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar dibandingkan Soekarno.

Ternyata sejarah teks proklamasi cukup panjang. Sebagai generasi penerus bangsa sebaiknya mengetahui sejarah dari naskah proklamasi. Semoga uraian ini bisa bermanfaat.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.