Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contoh

Dalam struktur tata bahasa Indonesia ada banyak sekali jenis teks, salah satunya adalah teks eksposisi. Teks ini seringkali digunakan dan muncul dalam tulisan, khususnya yang berkaitan dengan opini.

Di samping itu juga bisa dikatakan sebagai teks yang lengkap karena isinya menjawab pertanyaan berupa apa, kapan, siapa, dimana, mengapa, dan bagaimana.

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi
Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi merupakan teks yang berisi tentang pengetahuan tertentu untuk memberikan informasi secara singkat, padat, dan lengkap bagi pembacanya.

Adanya teks ini bisa membuat pembaca lebih mudah paham dan mengetahui suatu hal secara lengkap atau detai. Dengan begitu pula pembaca tidak membutuhkan pertanyaan lagi atas penyataan dalam teks.

Teks ini terdiri atas beberapa unsur utama yang meliputi pernyataan pendapat atau pembuka. Kemudian disusul dengan argumentasi atau alasan mengenai suatu hal sebagai penguat struktur pertama.

Terakhir adalah penegasan ulang yang berisi tentang penegasan kembali atas pernyataa-pernyataan yang sudah dilontarkan di depan oleh penulis.

Baca Juga : Teks Eksplanasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Sturktur dan Contoh

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Ciri-ciri Teks Eksposisi
Ciri-ciri Teks Eksposisi

Suatu teks bisa disebut sebagai eksposisi apabila memenuhi beberapa ciri berikut:

A. Gaya bahasanya berupa ajakan

Umumnya teks ini diselipi oleh kalimat ajakan. Selain itu, gaya bahasanya lebih informatif, sehingga pembaca lebih mudah memahaminya.

B. Menguraikan tentang pengetahuan tertentu

Teks lengkap ini juga menjelaskan tentang suatu pengetahuan atau peristiwa yang baru atau telah terjadi. Tentu saja disertai dengan data-data atau alasan yang sesuai dengan pengetahuan tersebut.

Baca Juga :   Akulturasi: Pengertian, Penyebab, Bentuk, Dampak, Contoh

Baca Juga : Teks Editorial: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Jenis dan Struktur

C. Singkat, padat, dan akurat

Teks eksposisi ini bukanlah teks panjang semacam pidato dan sebagainya, sehingga tidak bertele-tele. Teks tersebut lebih singkat, padat, namun akurat. Sebab, ia harus memenuhi pertanyaan apa, kapan, dimana, siapa, mengapa, dan bagaimana.

D. Tidak memihak

Meskipun terdapat ajakan, namun sifatnya netral atau tidak memihak. Artinya kalimat atau kata-kata yang digunakan tidak memaksakan pembaca untuk condong kea rah tertentu.

Pengertian Teks Eksposisi di Wikipedia

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Jenis-jenis Teks Eksposisi
Jenis-jenis Teks Eksposisi

Berdasarkan isinya, teks ini terdiri atas beberapa jenis yaitu:

A. Eksposisi ilustrasi berisi mengenai penggambaran suatu hal atau peristiwa secara nyata. Ciri utamanya adalah menggunakan frasa penghubung.

Baca Juga : Frasa: Pengertian, Ciri-ciri, Kategori, Jenis dan Contoh

B. Eksposisi berita berisi tentang informasi kejadian tertentu secara akurat sebagaimana yang sering dimuat dalam media masa atau surat kabar.

C. Eksposisi proses umunnya menjelaskan proses suatu hal seperti langkah dan cara-caranya.

D. Eksposisi perbandingan menguraikan gagasan tertentu dengan membandingkannya dengan hal lain yang serupa ataupun berbeda.

E. Eksposisi definisi yaitu berisi tentang pengertian atau makna suatu benda ataupun kejadian.

F. Eksposisi pertentangan ini menjelaskan perihal dengan membandingkan dengan hal lainnya dan seringkali menggunakan frasa ataupun kata penghubung seperti meskipun demikian dan semacamnya.

Contoh Teks Eksposisi

Contoh 1: Teks Tentang Kesehatan beserta Strukturnya

Teks Tentang Kesehatan beserta Strukturnya
Teks Tentang Kesehatan beserta Strukturnya

Tesis :

Kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Setiap orang selalu ingin mempunyai tubuh yang sehat dan bugar supaya bisa menjalankan aktifitasnya secara maksimal.

Caranya yaitu dengan menjalankan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan serta yang baik dan benar.

Baca Juga :   Konjungsi: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh Konjungsi

Itupun tidak cukup tanpa dibarengi dengan olahraga secara teratur dan istirahat yang cukup. Sebab, tubuh seseorang mempunyai batasan tidak bisa digunakan untuk bekerja atau beraktifitas secara terus-menerus.

Batasan tersebut berbeda-beda untuk setiap orang berdasarkan usia, jenis kelamin, maupun riwayat penyakit.

Argumentasi :

Dengan begitu, kesehatan merupakan harta yang tidak ternilai. Jika seseorang mengalami sakit pada sebagian tubuh tertentu saja, membuat kekuatan fisiknya menurun.

Hal itu kemudian membuatnya lemah dan tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti biasa. Muaranya tentu harus berobat atau memeriksakan kondisinya kepada dokter.

Penegasan ulang :

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Itulah ungkapan yang cocok dengan upaya menjaga kesehatan bagi setiap orang supaya tetap bisa bekerja dan beraktifitas dengan baik dan maksimal.

Contoh 2 : Bahaya Limbah Sampah di Indonesia

Bahaya Limbah Sampah di Indonesia
Bahaya Limbah Sampah di Indonesia

Sampah masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Semakin hari semakin banyak sampah yang menumpuk, sementara pengelolaannya masih belum optimal.

Masyarakatpun belum banyak yang sadar akan bahaya tumpukan sampah, sehingga banyak yang membuangnya secara sembarangan seperti di kali, sungai, bahkan pantai dan laut.

Penumpukan sampah di lautan juga berbahaya bagi kehidupan penghuninya.

Terlebih itu sampah plastik yang sulit terurai. Air laut menjadi kotor dan keindahannya berkurang. Selain itu pertumbuhan terumbu karang hingga rumput laut menjadi terganggu karena adanya tumpukan sampah di dalam laut.

Begitu pula ikan mengiranya itu adalah makanan, sehingga mereka melahap sampah yang ditemui yang justru menyebabkan kematian.

Sudah sepatutnya kita mulai peduli dengan bahaya sampah yang menumpuk. Sebagai contohnya adalah meminimalisir penggunaan kantong plastik ataupun kresek dengan cara beralih menggunakan kantong berbahan lain.

Di samping itu juga harus pandai mengelola sampah secara maksimal supaya lebih bermanfaat kembali.

Contoh 3 : Bisnis Bidang Pertanian dengan Budidaya Buah Naga

Bisnis Bidang Pertanian dengan Budidaya Buah Naga
Bisnis Bidang Pertanian dengan Budidaya Buah Naga

Budidaya buah naga bisa menjadi alternatif bisnis di bidang pertanian atau perkebunan. Penanaman dan perawatannya cukup mudah termasuk bagi pemula. Tanaman tersebut tidak membutuhkan tanah yang benar-benar subur untuk hidup dan berbuah.

Baca Juga :   Teks Eksplanasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Sturktur dan Contoh

Bibitnya berasal dari batang buah naga itu sendiri yang sudah cukup tua dan kuat. Kemudian tanam pada lahan atau tanah yang sudah siap. Tanaman buah ini tidak membutuhkan banyak air, sebab jika kelebihan bisa menyebabkan kebusukan dan mati.

Begitu pula tidak terlalu kering agar batang segera bercabang dan membuah.

Oleh sebab itu, siram buah tersebut secukupnya saja yaitu sehari sekali. Jika sudah tumbuh dan banyak cabang berikan sandaran seperti kayu untuk memperkuat pertahanannya agar tidak putus batangnya.

Namun, bisa juga dipotong beberapa batang dari bagian yang terlalu banyak cabang. Ambil pula yang cukup tua untuk kemudian ditanam kembali.

Buah naga akan berbuah jika sudah berusia sekitar lima bulan atau lebih. Ia akan berbuah pada musimnya hingga akhirnya bisa dipanen.

Manfaat dari buah ini sangat banyak seperti untuk menambah vitamin C, dimana bisa dibuat jus, selai, es buah ataupun dimakan langsung.

Setiap orang pasti bisa melakukan pembudidayaan buah naga, mengingat proses penanaman dan perawatannya yang mudah serta ringan.

Tidak membutuhkan banyak tenaga, waktu, maupun biaya supaya untuk melakukannya. Hanya saja membutuhkan cukup banyak lahan dan ketekunan dalam merawatnya hingga berbuah dan panen.

Struktur setiap jenis eksposisi sebenarnya sama saja, hanya beberapa ada yang terlalu banyak argumentasi ataupun tesisnya.

Teks eksposisi ini juga banyak sekali dan mudah Anda temui di berbagai media atau surat kabar, dimana yang paling umum adalah jenis berita dan ilustrasi.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.