Proposisi: Pengertian, Susunan, Bentuk, Sifat, Contoh

Ada banyak jenis kalimat yang digunakan untuk menyusun sebuah paragraf informatif. Misalnya saja kalimat deskriptif, persuasi, dan lain sebagainya.

Namun pembaca harus tetap mendapatkan informasi yang bersifat kebenaran dari kalimat yang diungkapkan oleh penulis.

Karena itulah diperlukan sebuah proposisi yang bisa menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah.

Pengertian Proposisi

Proposisi adalah sebuah perkataan atau pernyataan yang bisa menggambarkan beberapa keadaan yang belum jelas apakah hal tersebut benar ataukah salah.

Proposisi biasanya digunakan dalam menuliskan berita. Kalimat ini memiliki istilah yang biasanya digunakan untuk sebuah analisis logika.

Kalimat ini juga bisa diartikan sebagai kalimat pernyataan yang punya arti utuh dan penuh. Suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangkal, disangsikan, atau dibuktikan kebenarannya.

Kalimat ini juga secara singkat dapat diartikan sebagai pernyataan yang memuat hal-hal yang dapat dinilai kebenaran atau kesalahannya.

Dalam dunia ilmu logika, pernyataan logika memiliki 3 unsur pembentuk kalimat yaitu:

  1. Subyek yaitu perkara yang disebutkan dalam kalimat. Bisa berupa orang, benda, perkara, atau tempat.
  2. Predikat yaitu perkara yang disebutkan dalam subyek.
  3. Kopula yaitu kata yang bertugas menghubungkan subyek dengan predikat dalam pernyataan.
Baca Juga :   Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contoh

Susunan Proposisi

Bentuk paling umum dari kalimat pernyataan logika adalah:

  • Kuantor + subyek + kopula + predikat.

Beberapa kalimat berikut merupakan contoh sederhana yang bisa digunakan untuk menambah pemahaman Anda terhadap pernyataan logika, antara lain:

1. Semua manusia adalah makhluk hidup.

  • Semua = pembilang
  • Manusia = subyek
  • Adalah = kopula
  • Makhluk hidup = predikat

2. Semua mamalia memakan rumput

  • Semua = kuantor/pembilang.
  • Mamalia = subyek
  • Memakan = kopula
  • Rumput – predikat

3. Beberapa unggas memiliki bulu yang lebat.

  • Beberapa = kuantor/pembilang
  • Unggas = subyek
  • Memiliki = kopula
  • Bulu yang lebat = predikat

Proposisi berdasarkan Bentuk

Ada berbagai macam kalimat pernyataan yang saat ini digunakan dalam ilmu logika. Salah satunya bisa dibedakan berdasarkan bentuknya yaitu:

1. Tunggal

Merupakan jenis kalimat pernyataan yang didukung oleh satu subyek dan satu predikat atau bisa dikatakan merupakan kalimat tunggal.

Contohnya adalah “semua manusia akan mati” dimana hanya ada 1 subyek yaitu “manusia” dan 1 predikat yaitu “mati”.

2. Majemuk

Kalimat pernyataan logika yang dibangun dari sekurang-kurangnya 2 kalimat pernyataan tunggal atau lebih.

Misalnya saja “setiap anggota organisasi harus menyadari hak dan kewajibannya”.

Proposisi berdasarkan Sifat

Sifat yang dimaksud merupakan sifat pembenaran atau pengingkarannya. Pernyataan berdasarkan sifat ini bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

1. Kategorial

Merupakan jenis pernyataa logika yang pembenaran atau pengingkarannya bersifat mutlak. Pernyataan tersebut punya sifat pasti benar atau pasti salah. Contoh kalimat pernyataan yang termasuk kategorikal misalnya “semua hewan pasti akan mati”.

2. Kondisional

Merupakan sebuah kalimat pernyataan logika yang sifat pembenaran atau pengingkarannya bersyarat atau berupa sebuah pilihan.

Ada 2 jenis pernyataan logika kondisional yaitu hipotesis dan disjungtif.

Kalimat pernyataan logika hipotesis adalah sebuah kalimat yang menunjuk pada pembenaran yang bersyarat. Jika pernyataan logika terpenuhi, maka kebenaran baru bisa terjadi.

Baca Juga :   Konjungsi: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh Konjungsi

Contohnya cukup mudah misalnya “Jika hujan turun, maka tanah becek”. Kalimat ini sering ditandai dengan konektor berupa kata “maka”.

Kemudian tipe yang kedua adalah kalimat logika disjungtif atau yang biasa juga dikenal dengan istilah logika alternatif.

Mengapa dikatakan alternatif?

Karena logika pembenarannya didasarkan pada pilihan. Ciri yang utama dari logika disjungtif biasanya menggunakan kata konektor “Atau”. Contohnya “Ana harus mengumpulkan uang dengan berjualan atau bekerja di kantor”.

Proposisi berdasarkan Luas Pengertian

Kalimat logika juga bisa diklasifikasikan berdasarkan luas pengertiannya dan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Universal

Merupakan kalimat logika yang mencakup seluruh aspek ataupun bagian. Hal ini bisa dilihat dengan ciri-cirinya yang menggunakan kata “seluruh”, “semua”, “setiap kali”, “setiap”, dan “masing-masing”.

Contohya adalah “semua mamalia melahirkan anaknya”, “masing-masing orang punya tujuan hidup”, “tidak seorang pun di dunia ini yang kekal abadi”, dan lain-lain.

2. Partikular

Merupakan kalimat logika yang digunakan untuk mengungkapkan sebagian dari seluruh aspek. Biasanya ditandai dengan konektor kata berupa “beberapa”, “sebagian”, kebanyakan”, “banyak”, dan “tidak semua”.

Contohnya:

  • Tidak semua siswa pitar matematika.
  • Sebagian orang suka kebersihan.
  • Kebanyakan mahasiswa ingin lulus cepat.
  • Beberapa orang ingin menjalani gaya hidup sehat.

3. Singular

Merupakan kalimat logika yang mengungkapkan satu aspek saja. Biasanya ditandai dengan kata “ini” dan “itu”. Misalnya dalam kalimat “tanah ini akan dijual”.

Pernyataan logika hanya menunjukkan spesifik pada subyek yaitu “tanah ini” yang tidak bersifat universal atau bukan semua tanah yang ada di bumi, melainkan hanya tanah milik seseorang saja.

Contoh lainnya:

  • Buku ini layak untuk dibeli.
  • Rumah itu tak berpenghuni.
  • Anak itu pintar matematika.
  • Mahasiswa ini yang paling rajin di kelas.
Baca Juga :   Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri-ciri, Manfaat, Tujuan, Struktur

Proposisi berdasarkan Kualitas dan Kuantitas

Kalimat logika berdasarkan kualitas dan kuantitas bisa dibagi menjadi 2 kelompok utama yaitu A-I-E dan O. Masing-masing bisa dijelaskan sebagai berikut:

1. Kalimat Logika A

Merupakan kalimat logika universal atau singular positif, artinya kalimat tersebut mengungkapkan keseluruhan atau satu aspek pembenaran, pengakuan, ataupun sifat positif.

Contohnya:

  • Rak buku ini terbuat dari besi (singular positif).
  • Semua makhluk hidup membutuhkan oksigen (universal positif).
  • Setiap unggas bertelur (universal positif).
  • Kawasan ini akan diubah menjadi taman (singular positif).

2. Kalimat Logika E

Merupakan kalimat logika universal atau singular yang bersifat negatif. Biasanya ditandai dengan kata “tidak” atau “bukan” yang merupakan sebuah bentuk penolakan, pengingkaran, atau negatif.

Contohnya:

  • Meja ini tidak terbuat dari besi.
  • Kawasan ini tidak akan diubah menjadi taman.

3. Kalimat Logika I

Disebut juga dengan kalimat logika aktif, dimana menerangkan sebagian pengakuan, pembenaran, atau sifat positif.

Contohnya:

  • Sebagian warga Kampung Tandan rajin menanam pohon.
  • Beberapa orang suka menulis buku.

4. Kalimat Logika O

Merupakan kalimat logika partikular negatif yang menungkap sebagian dari keseluruhan penolakan, pengingkaran, atau negatif.

Contohnya:

  • Beberapa warga Kampung Tandan tidak rajin menanam pohon.
  • Beberapa orang tidak suka menulis buku.

Kalimat logika ini banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun tak banyak yang menyadarinya. Bahkan hampir semua kalimat berita, deskriptif, hingga narasi lainnya pun selalu diselingi dengan salah satu jenis kalimat logika di atas.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.