Pranata Sosial: Pengertian, Fungsi, Karakteristik dan Contoh

Sebagaimana yang sering disebutkan, manusia adalah makhluk sosial yang pasti akan membutuhkan orang lain dalam menjalankan hidupnya.

Namun sayangnya, sifat manusia begitu beragam sehingga seringkali menjadi pemicu konflik. Hal-hal seperti ini biasanya sudah dipelajari saat di bangku sekolah, dimana salah satu materinya menyinggung tentang pranata sosial atau institusi sosial.

Materi ini biasa disebutkan dalam pelajaran Sosiologi. Akan tetapi, jika Anda merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak, mari simak ulasan singkatnya di bawah ini.

Pengertian Pranata Sosial atau Institusi Sosial

Pengertian Pranata Sosial
Pengertian Pranata Sosial

Secara umum, institusi sosial ini bisa diartikan sebagai sistem norma yang tujuannya adalah untuk mengatur kegiatan atau tindakan anggota masyarakat guna memenuhi kebutuhan pokok manusia.

Selain itu, institusi sosial juga dapat didefinisikan sebagai upaya institusional guna melaksanakan sistem sosial.

Institusi sosial bisa juga dijelaskan sebagai sistem tata kelakuan dalam hubungan yang pusatnya adalah berbagai aktifitas guna memenuhi aneka macam kebutuhan masyarakat.

Selain ketiga pengertian tersebut, masih ada pengertian lain dari institusi sosial, yaitu seperangkat aturan dalam suatu tindakan sosial yang ada kaitannya dengan masyarakat serta kepentingan umum.

Baca Juga : Gotong Royong: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contoh

Lebih lanjut lagi, pengertian institusi sosial yang lain ialah sistem norma yang fungsinya adalah untuk menata rangkaian tindakan berpola guna memenuhi kebutuhan pokok manusia yang terbentuk melalui proses pembelajaran.

Baca Juga :   Assessment: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, dan Contoh

Tak hanya dapat diartikan secara umum saja, sejumlah ahli juga telah mengemukakan pendapatnya mengenai institusi sosial.

Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut.

1. Seorjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, yang disebut dengan pranata atau institusi sosial itu ialah himpunan norma dari berbagai tindakan seputar kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

2. Koentjaraningrat

Menurutnya, lembaga sosial atau pranata sosial itu merupakan suatu sistem tata kelakuan serta hubungan yang pusatnya adalah berbagai aktifitas khusus di dalam masyarakat.

3. Bruce J. Cohen

Bruce J. Cohen menganggap bahwa pranata atau institusi sosial merupakan sistem pola-pola sosial yang tersusun dengan rapi dan relatif, sifatnya permanen dan juga mengandung sejumlah perilaku tertentu yang kuat atau kokoh dan terpadu guna pemuasan serta pemenuhan kebutuhan-kebutuhan.

4. Mac Iver dan Page

Sementara Mac Iver dan Page mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pranata atau institusi sosial itu adalah prosedur dan tata cara yang sudah diciptakan dengan tujuan untuk mengatur hubungan antara manusia yang berada dalam suatu kelompok masyarakat.

5. Harry M. Johnson

Menurut Harry M. Johnson, pranata atau institusi sosial merupakan seperangkat aturan yang sudah melembaga serta memenuhi 3 kriteria yaitu diterima serta ditanggapi dengan konsekuen, diterima oleh sebagian anggota masyarakat serta diwajibkan dan ada sanksi bagi orang yang melanggarnya.

Baca Juga : Pergaulan Bebas: Pengertian, Penyebab dan Tips Pencegahan

Fungsi Pranata Sosial atau Institusi Sosial

Fungsi Pranata Sosial
Fungsi Pranata Sosial

Dari berbagai pengertian di atas, jelas bahwa apabila pranata atau institusi sosial itu tidak ada, maka manusia tidak akan bisa menjalankan aktifitas dengan baik. Mengapa?

Karena pranata atau institusi sosial mempunyai peran penting dalam menciptakan ketertiban, keamanan serta keteraturan dalam masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih mudah dalam menjalankan aktifitasnya.

Baca Juga :   Etnosentrisme: Pengertian, Faktor, Dampak dan Contoh

Kemudian, jika berbicara tentang fungsi pranata atau institusi sosial, maka ini ada 2 yaitu fungsi manifes atau nyata dan fungsi laten.

Yang dimaksud dengan fungsi manifes atau nyata ini ialah fungsi pranata atau institusi sosial yang memang disadari, tampak serta menjadi harapan orang banyak.

Misalnya pranata keluarga yang menjadi tempat disosialisasikannya nilai serta norma yang ada dalam masyarakat.

Sedangkan fungsi laten, ini adalah fungsi yang tidak disadari, tidak tampak serta tidak menjadi harapan bagi orang banyak.

Contoh mudahnya, dalam pranata ekonomi ternyata tidak hanya memproduksi serta mendistribusikan barang, tetapi juga kadang meningkatkan pengangguran serta kesenjangan antara orang kaya dengan orang miskin.

Karakteristik Pranata Sosial atau Institusi Sosial

Karakteristik Pranata Sosial
Karakteristik Pranata Sosial

Pranata atau institusi sosial juga mempunyai karakteristik yang menjadikannya begitu berbeda dengan sistem norma yang tidak termasuk pranata atau institusi sosial. Adapun karakteristik yang dimaksud ialah sebagai berikut.

1. Mempunyai alat kelengkapan

Maksudnya, dalam mencapai tujuan dari pranata atau institusi sosial ada alat kelengkapan yang digunakan. Contohnya traktor yang ada dalam pranata ekonomi

2. Mempunyai usia yang lebih lama

Maksudnya adalah pranata atau institusi sosial itu usianya lebih lama dibandingkan dengan usia manusia. Buktinya, ada begitu banyak pranata atau institusi sosial yang diwariskan.

Contohnya adalah pada pranata keluarga, dimana di dalamnya terdapat sistem pertunangan. Sistem ini sudah ada seja dulu dan sekarang pun masih dilakukan.

3. Mempunyai daya tahan

Maksudnya adalah pranata atau institusi sosial yang telah terbentuk tidak hilang begitu saja. Misalnya adat istiadat.

Adat istiadat mempunyai daya tahan yang begitu lama karena diwariskan secara turun temurun dan masih menjadi pedoman perilaku kehidupan masyarakat.

4. Memiliki Ideologi

Jadi, setiap pranata atau institusi sosial itu mempunyai ideologi tersendiri. Nah, ideologi ini dianggap ideal serta dimiliki bersama oleh anggota masyarakat yang ada di dalamnya.

Baca Juga :   Gotong Royong: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contoh

Contoh mudahnya, bangsa Indonesia mempunyai ideologi yaitu Pancasila. Nah, ideologi Pancasila ini adalah pedoman dalam hidup berbangsa serta bernegara di Indonesia.

5. Mempunyai tradisi dan tata tertib

Kita tahu bahwa pranata atau institusi sosial itu mempunyai tradisi dan tata tertib untuk dijadikan pedoman bagi setiap anggota yang ada di dalamnya, entah itu tertulis atau tidak.

Misalnya, dalam pranata agama, jelas ada aturan tentang bagaimana menjalankan ibadah yang benar

6. Mempunyai simbol

Simbol yang dimaksudkan di sini adalah ciri khas atau tanda khusus yang memang dimiliki oleh suatu pranata.

Contohnya, dalam pranata keluarga ada simbol cincin pernikahan, sementara dalam pranata politik ada simbol yang berupa bendera atau logo

Download Makalah Pranata Sosial

Proses Munculnya Pranata Sosial atau Institusi Sosial

Sejatinya, pranata atau institusi sosial itu terbentuk dari berbagai norma yang terdapat dalam masyarakat serta saling berhubungan sehingga kemudian membentuk sistem norma.

Nah, proses kumpulan norma menjadi pranata atau institusi sosial disebut dengan institusionalisasi. Pastinya, proses tersebut memakan waktu yang cukup lama.

Namun, secara garis besar, ada 2 cara bagi pranata atau institusi sosial untuk muncul, yaitu secara terencana dan tidak terencana.

Secara terencana maksudnya pranata atau institusi sosial itu memang timbul dengan melalui perencanaan yang matang oleh pihak yang mempunyai kekuasaan.

Sementara untuk cara yang tidak terencana, makasudnya adalah pranata atau institusi sosial itu ada tanpa direncanakan sebelumnya.

Masih ada banyak hal yang berhubungan dengan pranata sosial. Namun, semoga ulasan singkat di atas juga bisa membantu menambah pengetahuan Anda mengenai pranata atau institusi sosial ini. Semoga bermanfaat.

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.