Kalimat Pasif: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contoh

Sebagai bahasa nasional, tidak heran jika kemudian Bahasa Indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran wajib yang harus ada dalam kurikulum sekolah.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia tersebut, tentu ada banyak hal yang dibahas, termasuk salah satunya adalah tentang jenis-jenis kalimat.

Nah, jika kalimat ini kita dasarkan pada subjeknya, maka ada diantaranya yang disebut sebagai kalimat pasif.

Apakah itu? Seperti namanya, istilah tersebut adalah kebalikan dari kalimat aktif. Pastinya, pembahasan mengenai kalimat aktif dan pasif seperti ini harus dilakukan dengan lebih menyeluruh supaya kita bisa lebih mudah membedakan keduanya.

Hanya saja, di bawah ini adalah pembahasan khusus mengenai jenis kalimat yang pasif. Jadi, jika Anda ingin tahu, yuk langsung saja disimak.

Pengertian Kalimat Pasif dan Kaidah Bahasanya

Pengertian Kalimat Pasif
Pengertian Kalimat Pasif

Yang dimaksud dengan kalimat pasif ialah kalimat yang subjeknya dikenai aktifitas, pekerjaan atau tindakan.

Sedangkan kalimat itu sendiri ialah rangkaian kata yang terhubung serta saling melengkapi sehingga bisa mengungkapkan suatu pemikiran dengan baik dan utuh.

Penjelasan yang lain menyebutkan bahwasanya yang dimaksud dengan kalimat tidak aktif (pasif) ialah kalimat yang subjeknya diberi tindakan oleh objek dalam bentuk predikat.

Kalimat tidak aktif (pasif) juga dapat didefinisikan sebagai kalimat yang subjeknya berperan sebagai penderita karena dikenai tindakan.

Kaidah yang berlaku dalam kalimat tidak aktif (pasif) ini ada 3. Yang pertama, subjek yang terdapat pada kalimat aktif dirubah menjadi objek. Misalnya, kalimat aktif berbunyi: ‘Bapak Andika meresmikan gedung kantor yang baru saja jadi’.

Baca Juga :   Proposisi: Pengertian, Susunan, Bentuk, Sifat, Contoh

Jika kalimat aktif tersebut kemudian dijadikan kalimat tidak aktif (pasif), maka bunyinya menjadi: ‘gedung kantor yang baru saja jadi diresmikan oleh Bapak Andika’.

Sudah jelas bukan perbedaan di antara keduanya? Dalam hal ini yang perlu Anda garis bawahi adalah kata meresmikan (pada kalimat aktif) dan kata diresmikan (pada kalimat tidak aktif atau pasif).

Baca Juga : Paragraf Deduktif: Pengertian, Ciri, Struktur dan 5 Contoh

Kaidah yang kedua, awalan me- yang biasa ada pada kata atau kalimat aktif diganti dengan awalan di. Tentunya, penggantian ini dilakukan pada predikatnya. Misalnya, jika pada kalimat aktif predikatnya adalah ‘meresmikan’, maka dalam kalimat tidak aktif (pasif) menjadi ‘diresmikan’.

Nah, untuk kaidah yang ketiga, tambahkan kata ’oleh’ setelah predikat disebutkan. Misalnya, kata ‘meresmikan’, jika dijadikan kata pasif dan ditambah dengan kata oleh menjadi ‘diresmikan oleh’.

Perbedaan Kalimat Pasif dengan Kalimat Aktif

Perbedaan Kalimat Pasif dan Aktif
Perbedaan Kalimat Pasif dan Aktif

Antara kalimat aktif dengan pasif adalah berbeda. Perbedaan ini sudah tampak bahkan pada pengertiannya.

Dimana kalimat aktif ialah kalimat yang subjeknya menjadi pelaku atau melakukan suatu tindakan terhadap objek.

Namun, pada beberapa kalimat memang ada kalimat aktif yang tidak disertai dengan objek.

Baca Juga : Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contoh

Sementara untuk kalimat tidak aktif (pasif) adalah sebaliknya. Yaitu kalimat yang justru subjeknyalah yang dikenai pekerjaan.

Tapi, sama seperti kalimat aktif, beberapa diantara kalimat tidak aktif (pasif) inipun tidak memerlukan objek dalam suatu kalimat.

Ciri-ciri Khusus Kalimat Pasif

Ciri-ciri Kalimat Pasif
Ciri-ciri Kalimat Pasif

Salah satu cara termudah untuk membedakan kalimat aktif dengan pasif ialah dengan mengenali ciri-cirinya.

Diantara ciri-ciri kalimat aktif ialah mempunyai pola SPK, SPO atau SPOK, predikatnya selalu diberi imbuhan ber atau me, dan subjek kalimatnya adalah pelaku perbuatan terhadap objek.

Baca Juga :   Frasa: Pengertian, Ciri-ciri, Kategori, Jenis dan Contoh

Sementara ciri-ciri kalimat tidak aktif (pasif) adalah kebalikannya. Jika hendak dijabarkan, maka seperti berikut ini.

1. Subjek berperan sebagai penderita karena dikenai oleh tindakan atau perbuatan

2. Umumnya ditandai dengan kata-kata ‘dengan’ atau ‘oleh’ yang posisinya adalah setelah predikat

Baca Juga : Teks Eksplanasi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Sturktur dan Contoh

3. Penggunaan kata ‘oleh’ seperti yang telah disebutkan sebelumnya bisa dihilangkan tetapi hal ini tidak berdampak pada perubahan makna kalimat itu sendiri

4. Objek yang ada pada kalimat tidak aktif (pasif) adalah subjek pada kalimat aktif

5. Penggunaan kata kerja yang dilengkapi dengan awalan ‘ter’ mempunyai arti sebagai unsur ketidaksengajaan

6. Setelah kata ganti orang atau predikat persona, diikuti oleh kata kerja yang awalannya dihilangkan

7. Predikatnya adalah kata ganti orang atau predikat persona

8. Umumnya predikatnya diberi imbuhan ter-kan, ke-an dan di

Pengertian Kalimat Pasif di Wikibooks

Macam-macam Kalimat Pasif

Macam-macam Kalimat Pasif
Macam-macam Kalimat Pasif

Sama seperti kalimat aktif yang dibagi lagi menjadi beberapa macam atau jenis, kalimat tidak aktif (pasif) juga demikian.

Untuk kalimat tidak aktif (pasif), macamnya ada 2, yaitu berdasarkan subjek dan berdasarkan predikatnya.

Penjelasan lebih lanjut mengenai kedua macam kalimat tidak aktif (pasif) tersebut adalah sebagai berikut.

Baca Juga : Frasa: Pengertian, Ciri-ciri, Kategori, Jenis dan Contoh

1. Berdasarkan Subjeknya

A. Transitif

Untuk kalimat tidak aktif (pasif) transitif maksudnya ialah kalimat tidak aktif (pasif) yang mempunyai objek.

Contohnya: pemenang lomba menyanyi ditentukan oleh juri yang ada, tugas Andri diselesaikan oleh Dian, sayur bayam dimasak ibu dan lain-lain.

B. Intransitif

Nah, kalau untuk kalimat tidak aktif (pasif) intransitif, maksudnya ialah kalimat tidak aktif (pasif) yang tidak mempunyai objek.

Contohnya sayur hijau disukai karena kaya akan serat, Jono dilantik sebagai karyawan yang berprestasi pada periode kali ini, bangunan itu memang sudah dibangun sejak zaman Belanda, dan lain-lain.

Baca Juga :   Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri-ciri, Manfaat, Tujuan, Struktur

2. Berdasarkan Predikatnya

A. Tindakan

Kalimat tidak aktif (pasif) tindakan, predikatnya menyatakan suatu tindakan, perbuatan atau kegiatan. Ciri yang paling tampak pada jenis kalimat tidak aktif (pasif) satu ini ialah adanya imbuhan ke, ter, di serta kata ganti predikat.

Baca Juga : Konjungsi: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh Konjungsi

Contohnya, konser BTS ditonton oleh jutaan penggemarnya, Faiz ditangkap oleh polisi karena kasus narkoba, ikan goreng dimakan oleh kucing, pohon pisang yang baru itu ditanam oleh paman, informasi itu ditulis oleh Andi, pengumuman penting itu disampaikan oleh kepala sekolah dan lain-lain

B. Keadaan

Kalimat tidak aktif (pasif) keadaan ialah kalimat yang predikatnya ada dalam bentuk keadaan. Umumnya, predikat ini diberikan imbuhan ke-an.

Contohnya, kucing itu kedinginan karena tercebur kolam, rumahnya kebakaran semalam, Diva jadi ketakutan setelah menonton film itu dan lain-lain.

Contoh Kalimat Pasif yang Lain

Contoh Kalimat Pasif
Contoh Kalimat Pasif

Ada banyak sekali contoh kalimat tidak aktif (pasif). Anda bahkan bisa membuatnya sendiri. Namun jika masih bingung, mari simak saja lalu pelajari contoh-contoh yang ada di bawah ini.

  • Anak itu diasuh oleh keluarga kaya raya
  • Selimut adik yang berantakan dilipat oleh ayah
  • Dina selalu ketiduran setiap pelajaran Sejarah
  • Diana merasa terpukul karena kejadian itu

Selain contoh-contoh di atas, tentunya masih banyak contoh kalimat pasif yang lainnya.

Tetapi pada intinya adalah pemahaman mengenai kalimat aktif dan pasif ini penting untuk dikuasai supaya kita bisa lebih mudah dalam menyampaikan suatu informasi dengan efektif. Semoga bermanfaat.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.