Hukum Adat: Sejarah, Pengertian, Istilah, dan Perbandingan

Ketika kita mendengarkan kata “Adat” dalam artian sempit berarti kolot, kuno dan lainnya. Akan tetapi, dalam artian yang lebih luas memandang adat dari berbagai segi lain, seperti adat itu klasik, unik dan menarik.

Sehingga banyak orang yang memperjuangkan supaya adat tetap lestari. Lalu bagaimana dengan hukum adat?

Banyak pengertian mengenai istilah satu ini. Jika Anda sedang mempelajari hukum satu ini. sangat pas sekali membaca tulisan ini.

Pada uraian kali ini, kami akan memaparkan segala hal yang berkaitan dengan hukum adat. Mulai dari sejarah, pengertian hingga fungsinya. Langsung saja, kita simak uraiannya berikut ini.

Sejarah Singkat Hukum Adat

Sejarah Hukum Adat
Sejarah Hukum Adat

Peraturan adat istiadat ini dalam hakikatnya ternyata sudah ada sejak zaman kuno, yaitu zaman Pra-Hindu. Adat yang ada di dalam masyarakat ini merupakan adat melayu Polenisia.

Hingga akhirnya datang kebudayaan Hindu, Kebudayaan Islam dna juga Kristen. Setiap kebudayaan tersebut membawa pengaruhnya maisng-masing.

Hingga pada akhirnya setiap adat yang kini ada merupakan hasil akulturasi antara peraturan adat istiadat dari zaman Pra-Hindu dengan peraturan yang sampai sekarang dibawa.

Setelah adanya akulturasi ini, maka hukum adat mengalami berbagai perubahan. Hingga saat ini hukum satu ini masih berlaku di Indonesia.

Hukum satu ini pertama kali disampaikan oleh Prof. Snouck Hurhrounje yaitu seorang ahli Sastra Timur dari Belanda pada tahun 1894.

Baca Juga :   Hukum Internasional: Pengertian, Asas, Bentuk, Klasifikasi

Sebelumnya menggunakan istilah Adat Recht. Kemudian dalam bukunya, pada tahun 1893-1894, Prof Snouck menuliskan dengan nama hukum rakyat Indonesia.

Selanjutnya istilah ini mulai berkembang dan digunakan juga oleh Prof. Mr. Cornelis Van Vollenven yang merupakan sarjana satra dan juga sarjana hukum.

Baca Juga : Hukum Acara Perdata: Pengertian, Asas, Sumber dan Sejarah

Di dalam bukunya, Ia menuliskan istilah Adat Recht dengan judul Adat Recht van Nederlandsch Indie di tahun 1901-1933.

Hukum perundang-undangan yang ada di Hindia Belanda pada waktu resmi menggunakan istilah tersebut. untuk masyarakat Indonesia sendiri, istilah hukum satu ini ternyata tidak dikenal.

Pada waktu itu, Hilman Hadikusuma menyatakan jika istilah tersebut merupakan istilah teknis saja.

Hal itu dikarenakan istilah tersebut hanya tumbuh serta dikembangkan oleh para ahli dengan tujuan untuk memperlajari hukum yang ada di dalam masyarakat Indonesia.

Adapun dalam bahasa Inggris sendiri, lebih dikenal dengan nama Adat Law. Akan tetapi untuk negara Indonesia sendiri, hanya mengenal istilah Adat saja untuk menyatakan sebuah sistem hukum yang ada di dalam dunia ilmiah.

Kenyataan ini semakin diperkuat dengan adanya pendapat dari Muhammad Rasyid Maggis Dato Radjoe Penghoeloe yang dikutip oleh Prof. Amura.

Pengertian dan Istilah Adat

Pengertian Hukum Adat
Pengertian Hukum Adat

Sebelum membahas lebih panjang lagi mengenai hukum satu ini, sebaiknya mengenal terlebih dahulu apa itu adat.

Jadi adat ini berasal dari bahasa Arab yang mana ketika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Kebiasaan”.

Baca Juga : Hukum Administrasi Negara: Pengertian, Sumber dan Ruang Lingkup

Adat atau kebiasaan itu sendiri sudah meresap di dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian hampir seluruh daerah yang ada di Indonesia menggunakan istilah tersebut.

Baca Juga :   Hukum Bisnis: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip dan Sumber

Adat ini sendiri memiliki beberapa unsur terciptanya. Adapun unsurnya adalah sebagai berikut:

  • Terdapat tingkah laku
  • Dilakukan secara terus menerus
  • Memiliki dimensi waktu
  • Diikuti oleh orang lain atau masyarakat

Pengertian dari adat istiadat ini ternyata mencakup pada semua sikap serta kelakukan yang dilakukan seseorang yang kemudian diikuti juga oleh orang lain di dalam sebuah proses waktu yang sangat lama. Hal ini tentu menunjukkan bahwa adat ini sendiri ternyata sangat luas sekali.

Setiap masyarakat serta Negara sudah pasti memiliki adat-istiadatnya masing-masing yang mana antara satu masyarakat dengan masyarakat lain sudah pasti tidak sama.

Adat-istiadat ini merupakan sebuah pencerminan dari jiwa dalam masyarakat atau bangsa yang merupakan sebuah kepribadian dari sebuah bangsa atau masyarakat itu sendiri.

Baca Juga : Hukum Bisnis: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ruang Lingkup

Adat ini sendiri akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan keadaan serta kemajuan dalam zaman, dengan demikian akan tetap kekal.

Mengingat adat senantiasa menyesuaikan diri maka masyarakat yang hidup di dalam adat tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat sekali dengan tradisi yang ada.

Pengertian Hukum Adat dari Beberapa Ahli

Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli
Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli

1. Menurut Prof. Mr. B Terhaar Bzn

Merupakan sebuah hukum yang semua peraturannya berubah di dalam keputusan dari kepala adat serta berkalu secara spontan di dalam masyarakat.

Untuk melihat sebuah adat-istiadat tersebut menjadi hukum maka harus ada sebuah keputusan yang berlaku.

Mengenai keputusannya tersebut dikemukakan oleh ketua adat.

2. Dr. Sukanto, S.H

Merupakan sebuah hukum yang semuanya mencakup tingkah laku dalam masyarakat yang berlaku serya memiliki sanksi dan belum dikodifikasikan.

3. Prof. Cornelis van Vollen Hoven

Merupakan kesatuan dari aturan tingkah laku yang ada dalam masyarakat yang berlaku serta memiliki sanksi dan juga belum dimodifikasikan.

Baca Juga :   Hukum Administrasi Negara: Pengertian, Sumber dan Ruang Lingkup

Baca Juga : Hukum Internasional: Pengertian, Asas-asas, Bentuk, dan Klasifikasi

4. Prof. M.M Djojodigoeno, S.H

Merupakan sebuah hukum yang tidak bersumber pada peraturan peraturan.

5. Soeroyo Wignyodipuro, S.H

Merupakan sebuah kesatuan dari norma-norma yang bersumber dari perasaan keadilan rakyat serta selalu berkembang dan meliputi peraturan dan tingkah laku manusia di dalam kehidupan sehari-hari yang ada di dalam masyarakat.

Ada yang tidak tertulis dan selalu ditaati serta dihormati oleh rakyat dikarenakan memiliki hukum atau sanksi.

6. Prof. Dr. Soepomo, S.H

Merupakan sebuah hukum yang mana tidak tertulis di dalam sebuah peraturan tertulis, mancakup peraturan hidup yang meskipun tidak ditetapkan dari pihak berwajib akan tetapi tetap diikuti dan juga ditaati dan juga didukung oleh rakyat karena adanya keyakinan bahwa peraturan tersebut memiliki kekuatan hukum.

Pembahasan serupa di Wikipedia (ID)

Perbandingan Adat dengan Hukum Adat

Perbandingan Adat dengan Hukum Adat
Perbandingan Adat dengan Hukum Adat

Dari Terharr:

Sebuah adat akan berubah menjadi hukum jika ada keputusan dari kepala adat serta tidak ada keputusan maka akan tetap menjadi tingkah laku adat.

Baca Juga : Hukum: Pengertian, Unsur, Tujuan, Jenis, dan Macam Hukum

Dari Van Vollen Hoven:

Merupakan sebuah kebiasaan/adat akan berubah menjadi hukum ketika kebiasaan tersebut diberi sanksi.

Dari Van Dijk:

Perbedaan antara hukum dengan adat berada di dalam sumber serta bentuknya. Hukum memiliki sumber dari alat-alat perlengkapan masyarakat serta tidak tertulis dan juga ada yang tertulis.

Disisi lain adat sendiri bersumber dari masyarakat sendiri serta tidak tertulis.

Cukup panjang juga pemaparan mengenai hukum adat ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.