Assessment: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, dan Contoh

Assessment atau penilaian merupakan salah satu istilah yang hampir mirip dengan evaluasi serta mencakup beberapa metode yang kerap digunakan untuk melihat ada tidaknya peningkatan.

Penilaian ini memiliki arti untuk mengambil keputusan pada sesuatu berdasarkan dengan ukuran tertantu.

Akan tetapi, istilah penilaian ternyata lebih luas jika dibandingkan dengan pengukuran.

Untuk itu, pada uraian kali ini akan dibahas mengenai Assessment atau penilaian yang mencakup pengertian, fungsi, tujuan hingga jenisnya. Langsung saja, simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Assessment atau Penilaian

Penilaian merupakan suatu yang diterapakan dan digunakan dalam berbagai cara serta merupakan sebuah alat untuk mendapatkan sejumlah informasi mengenai hasil belajar serta pencapaian dari kompetensi peserta didik.

Pada dasarnya, istilah ini sangat terkait dengan istilah evaluasi, dimana merupakan sebuah metode untuk melihat hasil belajar siswa.

Untuk itu, dalam proses penilaian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana prestasi belajar dari para peserta didik.

Adapun pengertian lain dari penilaian ini yaitu sebuah proses untuk mendapatkan data atau informasi dari sebuah proses pembelajar serta memberikan umpan balik lagi. Umpan balik bisa diberikan kepada guru atau kepada peserta didik.

Baca Juga :   Pranata Sosial: Pengertian, Fungsi, Karakteristik dan Contoh

Pengertian Penilaian Menurut Ahli

1. Menurut James A.Mc. Lounghlin & Rena B Lewis

Merupakan sebuah proses sistematik untuk mengumpulkan data dari seorang anak dimana data tersebut memiliki fungsi untuk melihat adanya kemampuan serta kesulitan yang sedang dihadapi oleh anak sebagai salah satu bahan untuk menentukan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

2. Menurut Eko Putro Widoyoko

Penilaian juga bisa diartikan sebagai salah satu kegiatan untuk menafsirkan data serta hasil pengukuran sesuai dengan keriteria atau sesuai dengan aturan tertentu.

3. Menurut Boyer & Ewel

Penilaian merupakan sebuah proses yang menghadirkan informasi mengenai individu siswa dan juga tentang kurikulum, program serta tentang indtitusi atau segala hal yang sesuai dengan sistem institusi.

Fungsi Penilaian

Fungsi Penilaian
Fungsi Assessment (Image Source: Pixabay.com)

Dalam proses belajar dan mengajar, penilaian ini memiliki peranan yang sangat penting. Mengingat penilaian ini memiliki dua fungsi, yaitu fungsi formatif serta fungsi sumatif.

Untuk fungsi formatif yaitu penilaian digunakan untuk memberikan umpan balik atau feedback kepada para guru dengan tujuan untuk memperbaiki dan juga membenarkan proses belajar serta mengadakan remedial untuk para peserta didik.

Sedangkan untuk fungsi sumatif yaitu sebuah fungsi yang menentukan nilai belajar siswa dalam sebuah mata pelajaran tertentu.

Dengan ini maka bisa digunakan sebagai bahan laporan dan juga untuk menentukan naik atau tidaknya siswa tersebut.

Tujuan Assessment

Dari pemaran Chittenden (1994) penilaian ini merupakan sebuah “Keeping Track, Checking Up dan juga Finding out. Mengenai perbedaan dari masing-masing tujuan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Keeping Track

Tujuan dari keeping track ini untuk menelusuri serta untuk melacak sebuah proses belajar dari peserta didiki yang sesuai dengan rencana awal diadakanya pembelajaran yang sudah dilakukan.

Baca Juga :   Pergaulan Bebas: Pengertian, Penyebab dan Tips Pencegahan

Dengan adanya hal itu, maka para guru wajib untuk mengumpulkan data serta informasi dalam jangka waktu tertentu serta berbagai jenis model penilaian guna mendapatkan gambaran tertentu terhadap sebuah pencapaian dan kemajuan belajar para perserta didik.

2. Checking Up

Checking Up ini sendiri merupakan sebuah pencapaian kemajuan dari peserta didik yang ada di dalam proses belajar serta kekurangan yang ada pada peserta didik saat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar.

Dalam kata lain, guru penting untuk melaksakan penilaian guna mengetahui bagian mana dari materi yang sudah dikuasai oleh peserta didik serta bagian mana yang belum dikuasai.

3. Finding Out

Adapun yang dimaksud dengan finding out adalah proses untuk mencari, menemukan hingga melakukan deteksi terhadap kesalahan atau kelemahan peserta didik di dalam proses belajar mengajar.

Dengan adanya hal ini, maka guru bisa tanggap untuk memberikan alternatif penyelesaian.

4. Summing Up

Adapun yang dimaksud dengan summing up yaitu sebuah cara untuk menyimpulkan tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi yang sebelumnya sudah dilakukan.

Adapun hasil dari hal ini bisa digunakan guru untuk menyusun laporan kemajuan belajar untuk berbagai pihak yang membutuhkan.

Jenis-Jenis Assessment

Ternyata, penilaian sendiri juga ada jenisnya, ada juga secara tertulis dan ada juga secara lisan. Berikut ini beberapa jenis penilaian yang kerap dilakukan.

1. Performance Assessment

Jenis penilaian ini yaitu jenis penilaian yang menyeluruh untuk semua peserta didik. Perseta didik akan melakukan demonstasi bersama dengan pengaplikasian pengetahuan di dalam berbagai situsasi.

2. Penilain Portofolio dan Penilaian Proyek

Jenis penilaian proyek ini merupakan tugas dalam bentuk sebuah investigasi yang diawali dari pengumpulan dan dilanjutkan dengan pengorganisasian serta evaluasi sampai dengan penyajian data.

Baca Juga :   Gotong Royong: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contoh

3. Penilaian Produk dan Penilaian Diri

Penulaian produk ini adalah sebuah penilain ketrampilan dengan cara membuat sebuah produk tertentu.

Sedangkan yang dimaksud dengan penilain diri merupakan sebuah penilaian yang dilakukan oleh peserta didik atau guru yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.

Jenis penilaian ini juga bisa didasarkan pada penilaian sikap serta penilaian berbasis kelas.

Lihat pengertian Assessment di Wikipedia.org

Contoh Penilaian

Mengenai contohnya, seperti pemberian tugas saat kegiatan belajar atau dengan adanya UAS. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan lembar jawaban tugas atau ujian.

Guru akan memberikan penilaian berupa huruf atau angka sesuai dengan hasil pekerjaan dari perserta duduj tersebut.

Jika sudah dinilai atau diukur, maka akan masuk ke dalam tahapan evaluasi. Semua peserta didik akan diberikan klasifikasi, dan akhirnya ada yang lulus namun ada juga yang tidak lulus.

Bagaimana cukup jelas bukan pengertian Assessment di atas? Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.