APEC: Sejarah, Pilar, Prinsip, Siklus, dan 21 Anggota APEC

Negara-negara di dunia bisa menjalin kerjasama baik dalam hal budaya, pendidikan, dan juga ekonomi.

Negara di sebuah region ataupun benua biasanya juga membentuk aliansi dengan tujuan saling menguntungkan.

Salah satu aliansi terkemuka di dunia adalah APEC yang mencakup seluruh negara di wilayah Asia dan Samudra Pasifik.

Sejarah Terbentuknya APEC

APEC
APEC (Asia Pasific Economic Cooperation)

Kerjasama ekonomi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Asia Pasific Economic Cooperation merupakan salah satu aliansi ekonomi besar di dunia.

Aliansi ini meliputi 21 negara di lingkar Pasifik yaitu negara-negara di sekitar Samudra Pasifik. Tepatnya negara yang masuk dalam wilayah Benua Asia, Australia, dan juga Amerika.

Terbentuknya organisasi ini ternyata dilatarbelakangi oleh perubahan Uni Soviet dan Eropa Timur.

Runtuhnya negara komunis Uni Soviet hingga terpecah menjadi Rusia dan negara-negara kecil di sekitarnya kemudian menyadarkan mata dunia bahwa pada dasarnya semua negara saling membutuhkan satu sama lain.

Runtuhnya Uni Soviet diikuti juga dengan keruntuhan sistem ekonomi komunis yang tertutup dan perlahan berubah menjadi sistem ekonomi liberal yang bebas terbuka.

Kemudian diadakan sebuah perundingan yang dinamakan Putaran Uruguay pada tahun 1986 di Punta del Este Uruguay. Pertemuan ini khusus membahas tatanan perdagangan dunia.

Adanya kekhawatiran tidak tercapainya tujuan yang dirundingkan dalam Putaran Uruguay membuat Perdana Menteri Australia saat itu yaitu Bob Hawke pada tahun 1989 mengusulkan untuk didirikan sebuah kerjasama ekonomi yang lebih efektif, khususnya di wilayah Asia Pasifik.

Usulan ini ditindaklanjuti dengan pertemuan pertama di Canberra Australia yang dihadiri oleh 12 negara. Hasil pertemuan ini adalah adanya komitmen untuk mengadakan pertemuan tahunan di Singapura dan Korea Selatan.

Pada awalnya negara- negara ASEA menentang usulan awal pembentukan APEC yang memasukkan negara non-Asia. Namun usulan ini ditentang banyak pihak.

Pertemuan pertama organisasi ini diselenggarakan pada tahun 1993 di Pulau Blake. Pada saat itu, presiden AS Bill Clinton berdiskusi dengan perdana menteri Australia Paul Keating ingin mengadakan pertemuan untuk melanjutkan gagasan Putaran Uruguay yang sedang terhambat.

Pada pertemuan ini dihasilkan gagasan visi ekonomi komunitas di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga :   Panitia Sembilan: Pengertian, Sejarah, Anggota, Rumusan

Berdasarkan pertemuan tahun 1993 inilah, kemudian didirikan kantor pusat sekretariat APEC di negara Singapura.

Pada tahun 1994 pertemuan anggota organisasi ini menghasilkan Bogor Goals yang tujuannya untuk mendorong perdagangan dan investasi terbuka di kawasan Asia Pasifik.

Komitmen ini dimulai pada tahun 2010 untuk negara industri dan tahun 2020 untuk negara berkembang.

Baca Juga : Sejarah APEC di Wikipedia

Pilar-pilar Kerjasama APEC

Pilar-pilar Kerjasama APEC
Pilar-pilar Kerjasama APEC

1. Perdagangan dan Investasi Lebih Terbuka

Sistem perdagangan dan investasi yang lebih terbuka antar anggota diharapkan bisa:

  • Menurunkan dan dalam jangka panjang bisa menghilangkan tarif dan non-tarif yang menjadi hambatan.
  • Membuka pasar khususnya bagi produk-produk asli Indonesia ke negara-negara anggota.
  • Meningkatkan kuantitas perdagangan dan investasi antar anggota.
  • Mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
  • Meningkatkan standar hidup di semua kawasan Asia Pasifik.

2. Fasilitasi Perdagangan dan Investasi

Fasilitasi perdagangan dan investasi bertujuan untuk menekan biaya produksi sehingga bisa meningkatkan perdagangan, menurunkan harga barang serta jasa, dan juga meningkatkan kesempatan kerja. Pilar ini fokus pada upaya untuk:

  • Pengurangan biaya transaksi perdagangan.
  • Meningkatkan akses terhadap informasi perdagangan antar anggota.
  • Memudahkan administrasi bongkar muat barang di pelabuhan anggota.
  • Penyelarasan kebijakan antar negara-negara anggota.
  • Menjalankan reformasi struktural pada masing-masing negara anggota organisasi ini.

3. Kerjasama dalam Bidang Ekonomi dan Teknik

Kerjasama negara-negara Asia Pasifik dalam bidang ekonomi dan teknik disebut dengan istilah ECOTECH.

Perjanjian ini bertujuan untuk menyediakan pelatihan dan juga kerjasama dalam bidang pembangunan kapasitas untuk membantu tumbuhnya ekonomi anggota.

Selain itu, pengembangan ekonomi dan teknik ini juga sebagai persiapan ekonomi global.

ECOTECH mengedepankan pelatihan dan kerjasama menurut keunggulan negara masing-masing.

Kerjasama ini diharapkan bisa mengatasi tantangan global yang baru dalam bidang ekonomi seperti kesenjangan digital, ketahanan pangan, bencana alam, terorisme, hingga wabah penyakit menular.

Anggota APEC

Anggota APEC
Anggota APEC

Sistem kerjasama organisasi Asia Pasifik ini bersifat non-politis. Hal ini ditandai dengan ikut bergabungnya Hongkong dan Taiwan.

Karena itulah setiap anggota organisasi ini disebut dengan “ekonomi” karena setiap negara berinteraksi sebagai entitas ekonomi.

Hingga saat ini ada 21 negara yang resmi menjadi anggota organisasi ekonomi ini, antara lain adalah:

NoNama Negara AnggotaIbukotaTahun Bergabung
1AustraliaCanberra1989
2Brunei DarussalamBandar Seri Begawan1989
3KanadaOttawa1989
4IndonesiaJakarta1989
5JepangTokyo1989
6Korea SelatanSeoul1989
7MalaysiaKuala Lumpur1989
8Selandia BaruWellington1989
9FilipinaManila1989
10SingapuraSingapura1989
11ThailandBangkok1989
12Amerika SerikatWashington DC1989
13China (Republik Rakyat China)Beijing1991
14Hong Kong (China)Hong Kong1991
15Taiwan (Republik China)*Taipei1991
16MeksikoMexico City1993
17Papua NuginiPort Moresby1993
18ChileSantiago1994
19PeruLima1998
20RusiaMoskwa1998
21VietnamHanoi1998
Baca Juga :   Legenda: Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Sejarah Legenda

Prinsip Kerjasama APEC

Prinsip Kerjasama APEC
Prinsip Kerjasama APEC

Untuk menjaga komitmen kerjasama yang bisa memajukan perekonomian semua negara anggota, maka organisasi ini punya 4 prinsip yang harus dijalankan yaitu:

1. Konsensus

Semua keputusan yang akan diambil oleh organisasi ini harus lebih dulu mendapatkan persetujuan dan kesepakatan dari 21 ekonomi anggota. Selain itu semua keputusan juga harus bermanfaat bagi 21 ekonomi anggota.

2. Sukarela dan Tidak Mengikat

Kesepakatan apapun yang diambil oleh organisasi ini bersifat sukarela dan tidak mengikat ekonomi anggotanya.

3. Concerted Unilateralism

Maksudnya adalah pelaksanaan keputusan dilakukan bersama-sama sesuai dengan kemampuan ekonomi anggota masing-masing tanpa adanya syarat resiprositas.

4. Differentiated Time Frame

Prinsip ini menegaskan bahwa setiap ekonomi maju diharapkan bisa melakukan liberalisasi lebih dulu, mengingat kondisi perekonomian masing-masing anggota yang tidak sama.

Siklus Pertemuan APEC

Siklus Pertemuan APEC
Siklus Pertemuan APEC

Siklus pertemuan dilakukan satu tahun sekali dan dihadiri oleh pemimpin ekonomi anggota APEC. Pertemuan tahunan ini dinamakan APEC Economic Leader’s Meeting (AELM).

Sebelum AELM digelar, biasanya para menteri luar negeri dan juga menteri perdagangan negara-negara anggota akan melakukan pertemuan bersama dalam ministrial meeting atau AMM.

Hasil pertemuan antara para pemimpin ekonomi dan juga menteri tersebut selanjutya ditindaklanjuti oleh Pejabat Tinggi yang umumnya mengadakan pertemuan 3 kali dalam setahun. Kemudian hasil pertemuan para pejabat tinggi ini akan dilaksanakan oleh Komite, Grup Kerja, Fora, dan Subfora.

Organisasi perdagangan ini telah lama berdiri dan dianggap sebagai salah satu forum kerjasama tertua dan blok multilateral tingkat tinggi di wilayah Asia Pasifik. Organisasi ini dianggap sudah memberikan pengaruh global yang cukup signifikan hingga sekarang.

Peta Negara Bergabung dalam APEC
Peta Negara Bergabung dalam APEC

Lokasi Pertemuan Anggota APEC

Tahun#TanggalNegaraKotaPimpinan Tuan Rumah
1989ke-16–7 NovemberAustraliaCanberraPerdana Menteri Bob Hawke
1990ke-229–31 JuliSingapuraSingapuraPerdana Menteri Goh Chok Tong
1991ke-312–14 NovemberKorea SelatanSeoulPresiden Roh Tae-woo
1992ke-410–11 SeptemberThailandBangkokPerdana Menteri Chuan Leekpai
1993ke-519–20 NovemberAmerika SerikatPulau BlakePresiden Bill Clinton
1994ke-615–16 NovemberIndonesiaBogorPresiden Suharto
1995ke-718–19 NovemberJepangOsakaPerdana Menteri Tomiichi Murayama
1996ke-824–25 NovemberFilipinaSubicPresiden Fidel Ramos
1997ke-924–25 NovemberKanadaVancouverPerdana Menteri Jean Chrétien
1998ke-1017–18 NovemberMalaysiaKuala LumpurPerdana Menteri Mahathir Mohamad
1999ke-1112–13 SeptemberSelandia BaruAucklandPerdana Menteri Jenny Shipley
2000ke-1215–16 NovemberBruneiBandar Seri BegawanSultan Hassanal Bolkiah
2001ke-1320–21 OktoberTiongkokShanghaiPresiden Jiang Zemin
2002ke-1426–27 OktoberMeksikoLos CabosPresiden Vicente Fox
2003ke-1520–21 OktoberThailandBangkokPerdana Menteri Thaksin Shinawatra
2004ke-1620–21 NovemberChiliSantiagoPresiden Ricardo Lagos
2005ke-1718–19 NovemberKorea SelatanBusanPresiden Roh Moo-hyun
2006ke-1818–19 NovemberVietnamHanoiPresiden Nguyễn Minh Triết
2007ke-198–9 SeptemberAustraliaSydneyPerdana Menteri John Howard
2008ke-2022–23 NovemberPeruLimaPresiden Alan Garcia Perez
2009ke-2114–15 NovemberSingapuraSingapuraPerdana Menteri Lee Hsien Loong
2010ke-2213–14 NovemberJepangYokohamaPerdana Menteri Naoto Kan
2011ke-2312–13 NovemberAmerika SerikatHonoluluPresiden Barack Obama
2012ke-249–10 SeptemberRusiaVladivostokPresiden Vladimir Putin
2013ke-255–7 OktoberIndonesiaBaliPresiden Susilo Bambang Yudhoyono
2014ke-2610–11 NovemberTiongkokBeijingPresiden Xi Jinping
2015ke-2718–19 NovemberFilipinaPasayPresiden Benigno Aquino III
2016ke-2819–20 NovemberPeruLimaPresiden Pedro Pablo Kuczynski
2017ke-2910–11 NovemberVietnamDa NangPresiden Trần Đại Quang
2018ke-3017–18 NovemberPapua NuginiPort MoresbyPerdana Menteri Peter O'Neill
2019ke-3116–17 NovemberChiliSantiagoPresiden Sebastián Piñera
Baca Juga :   Politik Etis: Pengertian, Sejarah, Dampak dan Implementasi

Dewan Kerjasama Ekonomi Pasifik

Ekonomi anggotaNama yang digunakan di APECTanggal diterimaGDP (PPP) tahun 2017
AustraliaAustraliaNovember 19891,235,297
BruneiBrunei DarussalamNovember 198932,958
KanadaKanadaNovember 19891,763,785
IndonesiaIndonesiaNovember 19893,242,966
JepangJepangNovember 19895,405,072
Korea SelatanRepublik KoreaNovember 19892,026,651
MalaysiaMalaysiaNovember 1989926,081
Selandia BaruSelandia BaruNovember 1989185,748
FilipinaFilipinaNovember 1989874,518
SingapuraSingapuraNovember 1989513,744
ThailandThailandNovember 19891,228,941
Amerika SerikatAmerika SerikatNovember 198919,362,129
Republik TiongkokTionghoa Taipei[a]November 19911,175,308
Hong KongHong Kong, Tiongkok[b]November 1991453,019
TiongkokRepublik Rakyat TiongkokNovember 199123,122,027
MeksikoMeksikoNovember 19932,406,087
Papua NuginiPapua NuginiNovember 199330,839
ChiliChiliNovember 1994452,095
PeruPeruNovember 1998424,639
RusiaRusiaNovember 19984,000,096
VietnamViet NamNovember 1998643,902

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.