Lensa Cekung: Pengertian, Sifat, Jenis, Rumus dan Manfaat

Penggunaan lensa cekung dalam kehidupan sehari-hari biasanya kita temukan untuk membantu penglihatan orang-orang yang bermasalah dengan jarak jauh atau miopi.

Singkatnya orang yang menderita minus pasti menggunakan lensa lekuk, baik pada kacamata atau kontak lensa mereka.

Pada pembahasan kali ini kita akan mengungkap bagaimana pengertian, rumus, sinar istimewa, sampai dengan pembahasan soal yang kerap dipelajari oleh para pelajar.

Pengertian Lensa cekung

Pengertian Lensa cekung
Ciri-ciri Lensa cekung

Pengertian lensa yang berbentuk cekung dari bentuk bisa diidentifikasi melalui bagian tengah yang lebih tipis dibandingkan dengan bagian pinggir.

Tidak heran kalau melihat orang menggunakan kacamata minus, bagian pinggirnya terkesan lebih tebal. Bentuk umum dari lensa cekung biasanya berupa lingkaran.

Bentuk lingkaran ini tidak lumrah, sebab ada juga lensa berjenis cekung yang bentuknya tidak lingkaran.

Pencahayaan yang masuk ke lensa berjenis cekung ini akan dibelokkan ke tepi lensa atau dengan kata lain menjauhi sumbu lensa. Di dalam lensa berbentuk cekung ini ada yang dinamakan sebagai titik fokus.

Lensa Negatif
Lensa Negatif

Artinya, titik fokus dalam lensa lekuk ini merupakan sinar yang datang akan disejajarkan dengan lensa lekuk di mana sinar tersebut akan menyebar seolah datang dari satu titik yang disebut titik fokus.

Titik fokus lensa lekuk memiliki sifat yang maya atau semu dan memiliki sifat negatif atau minus.

Pengertian Lensa di Wikipedia.org

Sifat Bayangan Lensa Cekung

Lensa dengan jenis cekung setidaknya memiliki tiga sifat bayangan atau disebut juga sebagai pembentukan bayangan pada lensa lekuk.

Baca Juga :   Listrik Statis: Pengertian, Sejarah, Ciri, Rumus, Contoh, Pembahasan
Sifat Bayangan Lensa Cekung
Sifat Bayangan Lensa Cekung (Gambar 1)

Pertama ada dinamakan sebagai bila benda terletak lebih jauh dari titik pusat kelengkungan lensa atau kerap dirumuskan sebagai 2F1, maka bayangan tersebut bersifat maya, diperkecil, tegak, dan terletak diantara O serta F1.

Sifat Bayangan Lensa Cekung
Sifat Bayangan Lensa Cekung (Gambar 1)

Kondisi kedua adalah apabila benda berlokasi diantara titik pusat kelengkungan lensa atau 2F1 dan juga terletak di titik fokus lensa atau F1.

Maka bayangan yang didapatkan akan bersifat maya, diperkecil, dan tegak. Bayangan masih sama letaknya dengan kondisi pertama, yakni ada diantara O dan F1.

Sifat Bayangan Lensa Cekung
Sifat Bayangan Lensa Cekung (Gambar 3)

Kondisi lensa cekung yang ketiga adalah apabila benda terletak diantara titik fokus atau F1 dan O maka bayangan yang dihasilkan akan bersifat maya, diperkecil, dan maya.

Adapun bayangan dalam kondisi seperti ini akan dialokasikan diantara F1 dan O. Tidak berbeda dari kondisi kedua poin sebelumnya.

Proses pembentukan bayangan ada 3, pertama apabila sinar mengenai benda sejajar sumbu utama maka dibiaskan seolah melalui fokus.

Kedua, apabila berkas sinar mengenai benda melalui pusat lensa dan tidak berubah arah. Terakhir, bayangan dihasilkan dari perpotongan dua berkas sinar.

Sinar Istimewa Lensa Cekung

1. Sinar datang sejajar pada sumbu utama kemudian dibiaskan seolah-olah melewati fokus di depan lensa.

Sinar Istimewa Lensa Cekung
Sinar Istimewa Lensa Cekung (Gambar 1)

2. Sinar datang seolah-olah menuju tepat pada titik fokus lensa cekung akan dibiaskan sejajar pada sumbu utama.

Sinar Istimewa Lensa Cekung
Sinar Istimewa Lensa Cekung (Gambar 2)

3. Sinar datang menuju pusat lensa tidak berubah arah.

Sinar Istimewa Lensa Cekung
Sinar Istimewa Lensa Cekung (Gambar 3)

Jenis-jenis Lensa Cekung

Jenis-jenis Lensa Cekung
Jenis-jenis Lensa Cekung

Lensa berbentuk cekung ini memiliki beberapa jenis, diantaranya cekung ganda, cekung datar, dan meniskus cekung.

Sementara untuk bentuk lensa lekuk ada tiga, yakni lensa bikonkaf, lensa plan konkaf, dan lensa konvek konkaf. Berbagai bentuk tersebut memiliki pengertiannya tersendiri.

1. Lensa Bikonkaf

Pertama, untuk jenis lensa bikonkaf artinya lensa yang dibatasi oleh dua bidang lengkung dengan arah yang berlawanan.

Baca Juga :   Massa Jenis: Pengertian, Rumus, Satuan, Tabel dan Contoh Soal

Bikonkaf kerap disebut juga sebagai lensa dengan bentuk cekung dan cekung. Sementara untuk pengertian atau gambaran lensa cekung dan cekung di kedua sisinya sama-sama menjorok ke dalam.

2. Lensa Plan Konkaf

Kedua, ada jenis lensa plan konkaf, ini artinya lensa satu ini dibatasi sebuah bidang datar dan satu sisinya merupakan bidang lengkung.

Kemudian jika digambarkan selaku lensa lekuk datar maka Anda akan mendapati satu sisi lensa menjorok ke dalam, sementara sisi lainnya berbentuk datar tanpa cekungan.

3. Lensa Konvek Konkaf

Ketiga, ada jenis lensa konvek konkaf. Ini artinya lensa dibatasi oleh dua bidang lengkung searah. Jadi, kalau digambarkan sebagai meniskus cekung, didapati lensa di bagian kirinya menjorok ke dalam dan lensa di sebelah kanannya menjorok keluar.

Jadi kalau dilihat seperti bentukan sendok makan di rumah.

Ruangan dalam Lensa Cekung

Sebagai salah satu jenis lensa, lensa berbentuk cekung ini memiliki ruangan yang terdiri atas ruang antara O dan F2 disebut sebagai ruang benda 1.

Kemudian ruang antara 2F2 dan F2 adalah ruangan yang disebut sebagai ruang benda 2. Kemudian kalau ruang benda 3 lokasinya di atas 2F2. Ruangan di belakang lensa adalah ruang benda 4.

Itu kalau lensa dilihat dari sisi yang tidak berkebalikan, lain lagi kalau melihat dari ruang kebalikannya. Maka didapati ruangan depannya menjadi ruangan 4.

Ruangan di belakang lensa antara O dan F1 adalah ruang bayangan 1. Ada lagi ruang 2 artinya diantara 2F1 dan F1. Terakhir untuk ruang 3 berlokasi di atas 2F1.

Dari penjelasan di atas, terdapat aturan antara ruang benda dengan ruang bayangan. Aturan-aturan yang dimaksudkan adalah:

  • Jumlah ruang benda dan ruang bayangan sama, yakni sama-sama ada lima.
  • Bayangan akan diperbesar apabila kondisinya nomor ruang bayangan lebih besar dibandingkan dengan benda.
  • Bayangan akan diperkecil apabila kondisinya nomor ruang bayangan lebih kecil dari benda.
  • Bayangan bersifat nyata dan terbalik apabila lokasinya ada di belakang lensa.
  • Bayangan bersifat maya dan tegak apabila bayangan berada di depan lensa.
Baca Juga :   Listrik Statis: Pengertian, Sejarah, Ciri, Rumus, Contoh, Pembahasan

Sebenarnya penjelasan berkaitan dengan lensa cekung di atas akan lebih jelas Anda pahami apabila melihat ilustrasi tertentu.

Namun, sebagai referensi, penjelasan di atas bisa Anda jadikan acuan terlebih dahulu sebelum lebih jauh memahami konsep lensa berbentuk cekung itu seperti apa dalam keseharian.

Rumus dan Manfaat Lensa Cekung

Lensa berbentuk cekung ini memiliki rumus, yakni 1/s + 1/s’ = 1/f. Keterangan dari rumus tersebut adalah s sebagai jarak benda, f sebagai jarak titik api yang bernilai negatif.

Untuk s’ ada tiga pengertian, yang pertama s’ sebagai jarak bayangan, kedua s’ sebagai bayangan nyata, artinya positif, dan sebagai bayangan maya atau artinya negatif.

Lensa berbentuk cekung ini bisa mengalami perbesaran atau disebut sebagai m dengan rumus sebagai berikut, m = h’/h = -s’/s.

Pengertiannya adalah h’ sebagai bayangan terbalik maka sifatnya negatif, h’ sebagai bayangan tegak maka sifatnya positif.

M positif maka bayangannya tegak, dan m negatif maka bayangannya terbalik.

Lensa berbentuk cekung memiliki manfaat dalam keseharian sebagai kacamata bagi penderita miopi atau rabun jauh.

Selain itu lensa berbentuk cekung ini juga digunakan sebagai lensa pembalik pada teropong bumi.

Banyak sekali hal menarik berkaitan dengan lensa cekung yang bisa Anda ketahui.

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.