Doa Orang Teraniaya dan Hadistnya (Arab, Latin dan Terjemah)

Pernahkah kamu mendengar ungkapan berikut bahwa doa orang yang teraniaya sangat mudah diijabah oleh Allah SWT?

Ya mungkin kamu pernah mendengar ungkapan diatas baik itu dari saudara, teman dekat, pengajian ataupun dalam ceramah. Oleh karena itu jangan coba-coba untuk mendzalimi, menfitnah, menyiksa orang lain kalau kamu tidak ingin mendapatkan azab dari Allah SWT.

Rasulullah SAW, pernah mengingatkan umatnya kaum muslimin sekalian agar jangan sesekali kamu berbuat zalim, bukan hanya ke sesama umat muslim saja akan tetapi juga kepada semua orang-orang kafir (non-Muslim).

Seperti dikutip dari Abu Hurairah r.a. pernah meriwayatkan sebuah hadis, bahwasannya Rasulullah SAW Bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ. رواه الترمذي.

Artinya:
“Tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya adalah doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa (keburukan) dari bapak kepada anaknya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Berdasarkan hadis diatas dapat kita pahami ada 3 macam doa yang sangat mudah untuk diijabah atau cepat terkabulkan oleh Allah SWT yakni…

1. Doa Orang Teraniaya (Terzalimi)

Doa orang yang terzalimi merupakan doa yang paling cepat dikabulkan Allah SWT, baik itu yang terzalimi secara fisik atau dalam bentuk apapun itu.

Oleh karena itu kaum muslimin yang berbahagia, hendaknya kamu menjaga diri sebaik mungkin untuk tidak berbuat zalim ataupun menzalimi orang lain dalam bentuk apapun itu baik secara fisik ataupun non-fisik seperti menipu orang, menfitnah dan lain-lain.

Baca Juga : Doa Qunut: Pengertian, Hukum, Manfaat, Cara Mengerjakan

Memang bukti doa tersebut langsung terkabulkan tidak akan terasa secara instan, akan tetapi ingatlah kaum muslimin berbahagia karena Allah SWT tahu bagaimana cara doa itu dikabulkan baik secara perlahan ataupun secara instan (Karma).

Dalam sebuah pengajian Ustad Taufiqurrohman SQ juga pernah mengatakan kepada seluruh muridnya serta kaum muslimin yang hadir di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat, untuk mengingat pesan beliau…

“Waspadailah doa orang teraniaya, sebab doanya akan cepat dikabulkan Allah SWT,”

Ustad Taufiqurrohman SQ lalu mengutip sebuah hadis dari Rasulullah SAW,

“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” (HR Ahmad)

Ustad Taufiqurrohman SQ juga menjelaskan secara terperinci bahwa doa orang yang terzalimi terbagi menjadi dua (2), yakni menzalimi diri sendiri (syirik, perbuatan dosa/maksiat), serta doa menzalimi orang lain (menyiksa orang lain).

“Allah menegaskan dalam sejumlah ayat dalam Alquran tentang larangan dan akibat perbuatan zalim,”

Kemudian, ia menyebutkan beberapa ayat Alquran beserta artinya tentang larangan dan akibat yang akan diterima dari perbuatan zalim baik itu ke sesama kaum muslim ataupun orang non-muslim.

“Pertama, Allah SWT akan menyediakan tempat tidur yang tikarnya terbuat dari api neraka”.

“Kedua, Allah SWT akan membinasakan kota-kota yang banyak penduduknya berbuat maksiat”.

“Ketiga, Allah SWT telah membinasakan umat-umat terdahulu sebelum kamu yang berbuat maksiat”.

“Keempat, manusia yang selalu melampaui batas dalam segala aspek yang tidak sesuai hukum syar’i”. tuturnya.

Imam At-Turbisyi juga mengatakan sebagaimana dikutib dalam kitab Mar’atul Mafatih karya imam At-Tibrizi, meyebutkan alasan kuat kenapa doa orang yang terzalimi sangat cepat diijabah oleh Allah SWT karena benarnya permintaan yang ia panjatkan.

Dalam artian apa yang ia minta sesuai dengan kenyataan, lembut hatinya saat meminta, ratapanya serta kondisi saat itu ia meminta doa.

Baca Juga :   Mandi Wajib: Pengertian, Tata Cara, Rukun, Doa dan Syarat

Berikut adalah Doa Orang Teraniaya (Terzalimi)

يَا وَدُوْدَ يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدُ يَا فَعَّالاَ لِّمَا يُرِيْدُ أَسْأَلُكَ بِعِزَّتِكَ الَّتِيْ لاَ تُرَامُ وَبِمُلْكِكَ الَّذِيْ لاَ يُضَامُ وَبِنُوْرِكَ الَّذِيْ مَلَأَ أَرْكَانَ عَرْشِكَ أَنْ تَكْفِيْنِيْ شَرَّ هَذَا اللِّصَّ ياَ مُغِيْثُ أَغِثْنِيْ

Artinya:
“Wahai Dzat Yang dicintai, wahai Pemilik Arsy yang Maha Terpuji, wahai Yang Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya, aku memohon-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tak tertandingi, dengan kekuasaan-Mu yang takkan dizalimi, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi rukun – rukun Arsy-Mu, agar Engkau menyelamatkanku dari kejahatan perampok ini. Wahai Yang Maha Memberi pertolongan, tolonglah aku.”

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعاً، ألله أَعَزَّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوْذُ بِاللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، الْمُمْسِكِ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى اْلأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ، وَجُنُوْدِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، اللَّهُمَّ كُنْ لِيْ جَاراً مِـنْ شَرِّهِمْ، جَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ (ثلاث مرات).

Artinya:
”Allah Maha Besar, Allah lebih mulia dari seluruh makhluk-Nya, Allah lebih mulia dari apa yang aku takuti, aku berindung kepada Allah yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Yang mengendalikan tujuh langit hingga tidak runtuh ke bumi kecuali denga izin-Nya dari kejahatan hamba-Mu fulan dan bala tentaranya serta pendukung – pendukungnya dari golongan jin dan manusia.

Ya Allah, jadilah pendampingku terjauhkan dari keburukan mereka, pujian terhadap-Mu amatlah agung, perlindungan-Mu amatlah besar, Maha suci nama-Mu dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain diri-Mu.” (HR Bukhori dan Al – Adabul Mufrod)

Mengamalkan doa tersebut dengan hati yang lembut insyaallah, Allah SWT akan sesegera mungkin mengabulkan doa hamba-nya.

Bagi Allah SWT tidak ada yang tidak mungkin. Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan janji Allah adalah benar bahwa doa orang – orang yang terzalimi sangatlah cepat terkbulkan karena tiada penghalang dari doa tersebut.

Baca Juga : Doa Sebelum dan Sesudah Makan (Arab, Latin dan Artinya)

Berikut Adalah Hadis Orang Teraniaya

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Maidah yat 45:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya:
“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah SWT, maka mereka itu adalah orang – orang yang zalim.” (QS Al – Maidah : Ayat 45)

Allah SWT berfirman di dalam QS Ash – Shaffat ayat 22 dan 23:

اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ

Artinya:
“Diperintahkan kepada malaikat : “Kumpulkanlah orang – orang yang dzalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,” (QS Ash – Shaffat : Ayat 22)

مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ

Artinya:
“Selain Allah SWT, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.”

Allah SWT berfirman di dalam QS Hud ayat 102:

وَكَذٰلِكَ اَخْذُ رَبِّكَ اِذَآ اَخَذَ الْقُرٰى وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۗاِنَّ اَخْذَهٗٓ اَلِيْمٌ شَدِيْدٌ

Artinya:
“Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.” (QS Hud : Ayat 102)

Allah SWT berfirman di dalam QS An – Naml ayat 62:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

Artinya:
“Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang mengakibatkan kau manusia sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah SWT ada ilah yang lain?. Amat sedikitlah kau mengingat – ingat-Nya.” (QS An – Naml : Ayat 62)

Allah SWT berfirman di dalam QS Asy – Syura ayat 42:

Baca Juga :   Akhlakul Karimah: Pengertian, Jenis, Dalil dan Contoh

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ? أُولَ?ئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya:
“Sesungguhnya dosa besar itu atas orang – orang yang telah berbuat dzalim kepada insan dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan menerima azab yang teramat pedih.” (QS Asy – Syura : Ayat 42)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Zaljalah ayat 7 dan 8:

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ.

Artinya:
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, pasti ia akan melihat balasannya.” (QS Al – Zaljalan : Ayat 7)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Artinya:
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, pasti ia akan melihat balasannya pula.” (QS Al – Zaljalah : Ayat 8)

Allah SWT berfirman di dalam QS Ibrahim ayat 42 sampai 45:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَا

Artinya:
“Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah SWT lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang dzalim. Sesungguhnya Allah SWT menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,” (QS Ibrahim : Ayat 42)

مُهْطِعِيْنَ مُقْنِعِيْ رُءُوْسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ اِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۚوَاَفْـِٕدَتُهُمْ هَوَاۤءٌ ۗ

Artinya:
“Mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS Ibrahim : Ayat 43)

وَاَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيْهِمُ الْعَذَابُۙ فَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رَبَّنَآ اَخِّرْنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۙ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَۗ اَوَلَمْ تَكُوْنُوْٓا اَقْسَمْتُمْ مِّنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِّنْ زَوَالٍۙ

Artinya:
“Dan berikanlah peringatan Muhammad kepada manusia pada hari ketika azab datang kepada mereka, maka orang yang dzalim berkata : ‘Ya Allah, berilah kami kesempatan kembali ke dunia walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul – rasul.’ Kepada mereka dikatakan : ‘Bukankah dahulu di dunia kamu telah bersumpah bahwa sekali – kali kamu tidak akan binasa?” (QS Ibrahim : Ayat 44)

وَّسَكَنْتُمْ فِيْ مَسٰكِنِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الْاَمْثَالَ

Artinya:
“Dan kamu telah tinggal di tempat orang yang mendzalimi diri sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.” (QS Ibrahim : Ayat 45)

Allah SWT berfirman di dalam QS An – Nisaa ayat 148 :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ? وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Artinya:
“Allah SWT tidak menyukai perbuatan jelek yang diucapkan secara terang – terangan, kecuali oleh orang yang didzalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS An – Nisaa : Ayat 148)

Rasulullah SAW bersabda:

مَنَ ضَرَبَ بِسَوْطٍ ظُلْمًا اقْتَصَّ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:
“Siapa yang memukul seseorang dengan cemeti secara dzalim, pada hari kiamat akan diambil qishasnya darinya.” (HR Bukhori)

Rasulullah SAW bersabda:

اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب

Artinya:
“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” (HR Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda:

اِتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

Artinya:
“Takutlah kepada doa orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab atau penghalang antara dia dengan Allah SWT (untuk dikabulkannya doa itu).” (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda:

دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةُ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُوْرُهُ عَلَى نَفْسِهِ

Artinya:
“Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang pendurhaka, maka kedurhakaannya itu (urusan) atas dirinya sendiri.” (HR Ahmad)

Dari Abu Hurairah ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه

Artinya:
“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi.” (HR At – Tayalasi)

Baca Juga :   Wanita Sholeha (Wanita Idaman): Alasan, Sifat dan Ciri-ciri

Dari Ibnu Umar ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة

Artinya:
“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” (HR Hakim)

Dari Abdullah bin Umar, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اِتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهَا تُصْعَدُ إِليَ السَّمَاءِ كَأَنَّهَا شَرَارَةٌ

Artinya:
“Waspadailah doa orang yang dizalimi, sebab ia akan diangkat naik ke langit seakan – akan bagai percikan bunga api.”

Dari Mu’adz bin Jabal RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Beritahukanlah mereka bahwa Allah SWT mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka menaati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta – harta pilihan mereka.

Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab atau pembatas yang menghalanginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Umar, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:
“Kedzaliman adalah kegelapan hari kiamat.” (HR Al – Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa Al-Asy‘ari ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

Artinya:
“Sesungguhnya Allah SWT memberi tangguh atau waktu bagi orang yang dzalim. Hingga jika Dia mengazabnya, dia tidak bisa meloloskan diri.” (HR Bukhori dan Muslim)

2. Doa Orang Musafir (Orang yang sedang berpergian)

Doa orang musafir juga merupakan salah satu doa yang cepat terkabulkan baik itu doa kebaikan untuk orang yang mau berbuat baik kepadanya, serta doa keburukan untuk orang yang telah berbuat buruk kepadanya.

Baca Juga : Mandi Wajib: Pengertian, Tata Cara, Rukun, Doa dan Syarat

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dikutib dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Tibrizi, beberapa alasan doa orang musafir termasuk doa yang cepat diiajabah Allah SWT.

Alasannya adalah karena orang musafir sedang jauh dari tempat tinggalnya dimana saat dalam perjalanan ia hanya berharap 2 hal saja. Kebaikan dan harapan kepada Allah SWT untuk bisa kembali ke tempat tinggalnya lagi dengan selamat.

Doa Orang Teraniaya via Youtube

3. Doa Ayah (Doa ayah untuk anaknya)

Ketiga adalah doa seorang ayah kepada anaknya merupakan salah satu doa yang mudah diijabah Allah SWT.

Baik itu doa baik untuk anaknya ataupun doa keburukan dari seorang ayah kepada anaknya, dalam hadis Rasulullah SAW menggunakan kata Al-Waalid yang memiliki arti bapak.

Dan mengapa bukan Al-Waalidah yang berarti ibu? Hal tersebut menjadi kemakluman dikarenakan doa seorang ibu itu sudah lebih manjur dan cepat terkabulkan.

Menurut imam At-Turbisyi sebagaimana dikutib dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Turbisyi ada alasan kuat mengapa doa seorang ayah kepada anaknya termasuk doa yang cepat diijabah Allah SWT.

Alasannya adalah doa seorang ayah kepada anaknya merupakan doa kasih sayang, belas kasih, kebaikan, ketulusan, dan sesuai apa yang dimampui oleh anaknya.

Doa seorang ayah kepada anaknya dipanjatkan dengan hati yang ikhlas dan lembut. Oleh karena itu, berbahagialah kamu yang masih memiliki kedua orang tua. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua selagi orang tua masih ada.

Demikianlah 3 doa yang cepat diijabah Allah SWT. Semoga kita menjadi orang-orang yang baik dengan sesama, orang-orang yang dicintai dan di sayangi serta tidak termasuk kedalam orang yang teraniaya.

Berbagi itu Indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.