7 Proses Daur Air: Pengertian, Urutan, Penjelasan, Gambar

Yang dinamakan dengan air merupakan komponen penting bagi kehidupan semua makhluk hidup di bumi, aliran air dalam sebuah ekosistem memiliki peran penting untuk mentransfer zat pada siklus biogeokimia.

Siklus inilah awal mula terjadinya daur air dengan segala proses, baik itu air yang berada di daratan maupun yang berada di laut.

Di lautan, jumlah air yang mengalami penguapan lebih besar dari curah hujan, kelebihan uap air ini akan dipindahkan oleh angin ke daratan.

Kemudian, di atas daratan presipitasi melebihi evaporasi, yang membuat aliran di permukaan tanah dari darat menyeimbangkan aliran uap air dari lautan ke darat.

Pengertian Daur Air

Yang dimaksud dengan daur air adalah suatu proses yang terjadi pada air dimana munculnya siklus yang tidak pernah berhenti mulai dari air yang ada di daratan berubah membentuk awan hingga akhirnya turunlah hujan. Proses ini akan selalu terjadi selama bumi masih menjadi bumi.

Pada umumnya manusia sangat membutuhkan air yang diproduksi bumi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut proses ini sangat membantu, karena dapat mengubah air yang sebelumnya kotor menjadi air yang dapat dikonsumsi dalam arti lain adalah air bersih. Fungsi air juga sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup lain.

Air juga berperan dalam proses fotosintensis, suatu proses dimana pertumbuhan tanaman dan transportasi zat, sementara itu bagi manusia dan hewan air sangat diperlukan dalam proses transportasi zat makanan.

Baca Juga :   Peta Sulawesi 5 Provinsi Skala 1:3.000.000 dan Letak Geografi

Proses daur terhadap air ini juga disebut dengan daur hidrologi, yang kemudian dibagi menjadi tiga macam.

Daur hidrologi terdiri dari daur hidrolog pendek, daur hidrologi sedang dan daur hidrologi panjang.

Ketiga proses daur hidrologi ini mempunyai pengertian masing-masing, selain itu juga memiliki peran dan fungsi yang berbeda pula, berikut penjelasan ketiga macam daur hidrologi tersebut.

1. Hidrologi Pendek

Proses ini biasanya terjadi di lautan sehingga air kemungkinan besar dan sangat mungkin tidak akan jatuh ke daratan, tahap prosesnya adalah air laut mengalami kondisi kondensasi yang diakibatkan dari panas kemudian menjadi titik-titik air di awan, semakin lama proses ini terjadi maka awan yang terbentuk juga semakin banyak, setelah itu hujan akan turun.

2. Hidrologi Sedang

Proses yang ini terjadi di udara, namun proses terjadinya daur hidrologi sedang sama dan sangat persis dengan hidrologi pendek.

Yakni, air dari daratan menguap, kemudian naik ke udara yang dibawa oleh angin menjadi berubah ke bentuk awan yang berada di atas daratan. Akibatnya hujan turun, ada yang meresap ke dalam tanah, ada pula yang menuju ke sungai.

3. Hidrologi Panjang

Dapat dikatakan lebih luas, dimana semua sumber air yang ada di bumi seperti laut, sungai, kolam, sumur, danau dan lain sebagainya mengalami penguapan, hasil dari penguapan itu kemudian berkumpul menjadi satu dalam bentuk sebuah awan.

Saking banyaknya, awan kemudian bergerak menyebar, ada yang ke daratan, ada pula yang ke lautan.

Tak hanya itu, ada juga yang terhalang oleh pegunungan sehingga awan mengalami kondisi kondensasi dan prespitasi, yakni menjadi titik air yang kemudian turun menjadi hujan di wilayah pegunungan.

Baca Juga :   15 Negara Terbesar di Dunia Menurut Luas Wilayahnya

Air hasil ini kemudian diserap oleh tumbuhan dan tanah, sebagian juga muncul di mata air.

Pembahasan serupa di Wikipedia (ID)

Tahap Proses Daur Air

Daur hidrologi juga memiliki beberapa tahap dalam terjadinya proses tersebut, tahap ini sudah meliputi awal terjadinya hingga akibat yang disebabkan oleh proses itu.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan beberapa tahap proses daur hidrologi yang perlu diketahui dan dipahami.

1. Evaporasi

evaporasi
evaporasi

Suatu proses dimana penguapan air yang ada di permukaan laut, merupakan akibat dari adanya energi panas yang ditimbulkan dari sinar matahari.

Air di laut, sungai, danau, tanah dan lain sebagainya akan berubah menjadi bentuk uap air yang kemudian naik ke atas menju lapisan atmosfer.

2. Transpirasi

transpirasi
transpirasi

Adalah proses penguapan air dipermukaan bumi yang terjadi pada jaringan tumbuhan, proses transpirasi juga merupakan keadaan dimana akar tanaman akan menyerap air dan mengedarkannya ke daun untuk proses fotosintensis, kemudian air hasil proses ini dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air.

3. Sublimasi

Sublimasi
Sublimasi

Merupakan proses ketika es berubah menjadi uap tanpa mengalami masa pencairan, proses ini memiliki peran dalam pembentukan uap air di udara.

Sebagai sumber utama dalam proses sublimasi adalah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan dan es di pegunungan, proses ini juga lebih lambat dari proses penguapan.

4. Kondensasi

Kondensasi
Kondensasi

Keadaan dimana air di seluruh permukaan bumi berubah menjadi uap air, kemudian naik menuju lapisan atas atmosfer, dalam ketinggian tertentu uap ini akan berubah menjadi partikel es yang memiliki ukuran sangat kecil sebagai akibat dari pengaruh suhu udara yang rendah.

5. Pengendapan

Presipitasi
Presipitasi

Proses ini merupakan keadaan dimana uap air yang telah terkondensasi turun ke permukaan bumi dengan keadaan hujan.

Baca Juga :   Peta Dunia Skala 1:3.000.000 dari 7 Benua di Dunia

Hal ini terjadi karena pengaruh perubahan suhu dan angin panas, bila suhu sangat rendah tetesan air jatuh sebagai hujan salju, melalui proses ini air kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer bumi.

6. Limpasan

Limpasan
Limpasan

Merupakan proses keika air mengalir dan berpindah tempat di atas permukaan bumi, air yang bergerak dan berpindah tempat dari yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah melalui saluran air seperti sungai, got, danau, laut hingga samudera. Proses limasan ini air akan kembali ke lapisan hidrosfer.

7. Infiltrasi

Infiltrasi
Infiltrasi

Tidak semua daur hidrologi masuk dalam tahap limpasan, beberapa diantaranya meresap ke dalam tanah, air ini kemudian akan merembes ke bawah dan berubah menjadi air tanah.

Air yang masuk ke dalam tanah inilah yang dimaksud dengan proses infiltrasi.

Dalam sejarahnya daur air terjadi sejak lautan terbentuk, jika dihitung sudah berjuta-juta tahun yang lalu.

Hingga saat ini proses tersebut tidak mengalami perubahan, hal inilah yang memaksa manusia untuk pintar dalam menjaga lingkungan, terutama dalam kebutuhan ketersediaan air.

Kelangsungan proses ini juga berpengaruh kepada iklim, kemudian kelembapan udara, cahaya matahari hingga arah air, sangat memliki pengaruh besar dalam berlangsungnya proses daur hidrologi ini.

Namun, perlu diketahui bahwa proses ini sangat jarang terjadi di kawasan gurun pasir.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.